Lamongan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lamongan melakukan penyelidikan terkait peristiwa kecelakaan kerja di Pabrik Gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) di Kecamatan Ngimbang yang menewaskan seorang pria Kunarto (41), warga Sidoarjo, ketika melakukan perbaikan darurat flash tank produksi pada Senin (29/9) dini hari.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lamongan Ipda M Hamzaid saat dikonfirmasi, Selasa (30/9) membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut.
“Benar, terjadi kecelakaan kerja di PT KTM yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Saat ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) sedang melakukan penyelidikan,” ujarnya di Lamongan, Jawa Timur, Selasa.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari keterangan saksi dan dokumen awal, peristiwa bermula pada Minggu (28/9) sekitar pukul 23.30 WIB ketika saluran flash tank mengalami penyumbatan.
Kunarto selaku pimpinan tim teknis segera menginstruksikan lima anggotanya Darmaji, Ari Joko, Gandi, Darminto dan Kartono untuk melakukan tindakan perbaikan agar produksi tidak berhenti.
Awalnya, lanjut dia, tim mencoba membuka baut pipa outlet, namun tidak berhasil, kemudian pimpinan memerintahkan agar dilakukan blender pipa meski sempat ditentang oleh anggota tim Darmaji karena risikonya berbahaya.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Cairan nira (lime juice) bersuhu sekitar 100 derajat Celsius tiba-tiba menyembur dari pipa.
"Semburan panas itu mengenai tubuh Kunarto yang berada di platform setinggi 12 meter hingga membuatnya terjatuh," jelasnya.
Dia menambahkan, pada saat itu, Darmaji juga terkena percikan cairan tersebut di tangan dan lokasi dipenuhi asap. Tim baru bisa turun 30 menit kemudian dan menemukan korban sudah tak bernyawa di lantai dasar dengan luka bakar di tubuh.
"Korban dievakuasi ke RSUD Ngimbang," tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian tengah memeriksa beberapa saksi serta mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan dan kepatuhan standar keselamatan kerja di pabrik gula tersebut.
