Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 556 juta orang dewasa di seluruh dunia terkena "cybercrime" atau kejahatan dunia maya dalam 12 bulan terakhir, kata Consumer Sales Manager, Norton by Symantec Indonesia Rita Nurtika. "Dengan demikian setiap detik sebanyak 18 orang dewasa menjadi korban kejahatan dunia maya, yang mengakibatkan kerugian rata-rata 197 dolar Amerika Serikat (AS) per korban," katanya di Yogyakarta (24/10). Menurut dia, kejahatan dunia maya saat ini tidak hanya dilakukan lewat perangkat komputer, tetapi juga melalui tablet atau smartphone. Kajahatan itu saat ini merambah ke perangkat mobile. "Sebanyak 31 persen pengguna perangkat mobile mengaku menerima pesan yang berupa penipuan, misalnya sms untuk mengirim pulsa," katanya. Ia mengatakan proteksi paling aman menghindari penipuan dunia maya adalah langsung menghapus pesan-pesan yang mencurigakan, dan memakai antivirus atau sistem pengaman yang berkualitas bagus. "Selain itu juga perlu mengganti password secara berkala, misalnya tiga bulan sekali, dan menggunakan `security software` yang bagus dan rutin di-`update`," katanya. (*)
Berita Terkait
Prabowo upayakan datangi daerah terdampak besar bencana Sumatera
1 Januari 2026 14:30
Wapres harap anak-anak muda terbaik turut bangun dan kembangkan IKN
30 Desember 2025 16:16
Gibran bertolak ke IKN tinjau infrastruktur dan fasilitas publik
30 Desember 2025 13:24
Kapolri sebut survei kepercayaan publik Polri 2025 tunjukkan tren positif
30 Desember 2025 12:58
Soal pengibaran bendera GAM, Panglima TNI: Saya akan tindak tegas
29 Desember 2025 14:24
KSAD Maruli ungkap adanya sabotase atas jembatan bailey
29 Desember 2025 13:13
