Bojonegoro - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, tidak akan memperketat pengawasan terhadap politik uang yang dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berlaga di dalam pilkada di wilayahnya. "Pengawasan mengenai politik uang di dalam pilkada tetap kita lakukan, tapi tidak harus diperketat, sebab pemberian uang calon kepada masyarakat belum tentu bisa diartikan sebagai politik uang," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Rachmad Setiyadi, Selasa. Ia menjelaskan pemberian uang calon peserta pilkada biasa dilakukan ketika yang bersangkutan melakukan kunjungan ke masyarakat. Namun, lanjutnya, pemberian uang itu kalau diproses secara hukum sebagai politik uang, justru bisa menimbulkan gejolak sosial di masyarakat. "Sepanjang pemberian uang atau yang lainnya tidak untuk mempengaruhi masyarakat tidak bisa dikategorikan sebagai politik uang," tandasnya. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya akan memproses secara hukum kalau ada laporan mengenai politik uang dari masyarakat yang masuk ke kepolisian. Menjawab pertanyaan ia memastikan jajarannya siap mengamankan pelaksanaan pilkada di daerah setempat. "Jajaran kami siap mengamankan pilkada dan sejauh ini suhu politik pilkada biasa-biasa saja tidak memanas," ucapnya, mengungkapkan.(*)
Berita Terkait
KPU Bojonegoro Pastikan Logistik Pilkada Sudah Lengkap
26 Oktober 2012 19:43
KPU Bojonegoro Terima Laporan Dana Kampanye
25 Oktober 2012 20:26
Pasangan Thalhah-Budiyanto Gelar Kampanye Simpatik
25 Oktober 2012 19:20
KPU Bojonegoro Siapkan 1.064.335 Kertas Suara
25 Oktober 2012 16:41
Puluhan Petugas Kodim Bojongoro Ikut Amankan Pilkada
23 Oktober 2012 18:27
Mahasiswa Bojonegoro Tidak Hadiri Sosialisasi Pilkada
22 Oktober 2012 16:35
KPU Bojonegoro Tidak Gelar Kampanye Bersama
22 Oktober 2012 16:18
KPU Jatim Minta Warga Bojonegoro Membantu Calon
21 Oktober 2012 22:47
