Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggencarkan imunisasi terhadap siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) sebagai upaya antisipasi dan mencegah penyakit campak dan rubella.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dr. Sandy Hendrayono di Situbondo, Rabu, mengemukakan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di wilayah itu sudah dilaksanakan sejak sepekan terakhir oleh masing-masing puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan.
"Jadi, pelaksanaan imunisasi ini dilaksanakan langsung oleh tenaga kesehatan dari masing-masing puskesmas, baik imunisasi siswa SD maupun SMP," ujarnya.
Imunisasi yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan menciptakan generasi muda sehat ini, lanjut Dokter Sandy, juga menjadi bagian untuk mengantisipasi dan mencegah wabah penyakit campak dan rubella seperti yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.
Wabah penyakit campak dan rubella di Situbondo, katanya, sejauh ini Dinas Kesehatan setempat belum mendapatkan laporan dari masing-masing puskesmas.
"Sampai saat ini belum ada laporan kepada kami terkait penyakit campak dan rubella, tetapi ada laporan masih suspeck atau masih kami curigai," kata Dokter Sandy.
Informasi diperoleh ANTARA, imunisasi untuk siswa kelas satu sekolah dasar diberikan sebagai pencegahan rubella, termasuk penyakit campak, sedangkan imunisasi bagi siswa perempuan kelas lima SD untuk pencegahan kanker serviks.
Selain melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS, tenaga kesehatan setempat juga melakukan imunisasi rutin melalui posyandu, puskesmas pembantu, dan beberapa poli lainnya setiap minggu untuk balita maupun bayi yang baru lahir.
Dari pantauan, pada hari ini petugas kesehatan menyasar siswa kelas satu dan kelas lima Sekolah Dasar Islam Al Abror Situbondo.
Situbondo gencarkan imunisasi siswa SD/SMP, cegah campak dan rubella
Rabu, 10 September 2025 13:47 WIB
Salah satu siswa SD Islam Al Abror Situbondo, Jawa Timur, disuntik vaksin. Rabu (10/9/2025) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Sampai saat ini belum ada laporan kepada kami terkait penyakit campak dan rubella, tetapi ada laporan masih suspeck atau masih kami curigai
