Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi bersama ulama mengajak seluruh elemen masyarakat setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar daerah tetap kondusif di tengah dinamika sosial yang berkembang akhir-akhir ini.
“Kami terus berupaya melakukan koordinasi agar keamanan dan ketertiban di Lamongan bisa terjaga dengan sebaik-baiknya. Mari bersama-sama menjaga Lamongan dan menjaga semuanya,” ujarnya usai menggelar pertemuan bersama seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selalu membuka ruang dialog dan menerima aspirasi masyarakat. Namun, penyampaian aspirasi tersebut agar dilakukan secara baik dan konstruktif.
“Aspirasi hendaknya disampaikan dengan cara yang baik, bukan dengan tindakan anarkis yang justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” jelasnya.
Dia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergandengan tangan dalam menjaga kondusivitas daerah.
"Semoga Lamongan tetap aman, damai, dan terhindar dari segala bentuk anarkisme,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, KH Abdul Ghofur, mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan.
“Sebagai orang tua Lamongan, saya mengajak masyarakat untuk tetap rukun. InsyaAllah kalau Lamongan rukun akan menjadi kabupaten yang istimewa di Indonesia,” katanya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Lamongan tetap menjadi daerah yang aman, damai, serta terhindar dari potensi tindakan anarkis yang dapat mengganggu persatuan.
Bupati dan ulama ajak masyarakat Lamongan jaga kondusivitas daerah
Minggu, 31 Agustus 2025 22:17 WIB
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memberikan keterangan pers terkait upaya menjaga kondusivitas wilayah di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (31/8/2025). (ANTARA/HO-Kominfo Lamongan)
