Bojonegoro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur meminta seluruh kecamatan di wilayah setempat untuk segera mengoperasikan satu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai percontohan.
"Pemkab Bojonegoro sudah meminta semua kecamatan untuk segera mengoperasikan satu KDMP sebagai percontohan," kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, dalam peresmian KDMP Padangan, Minggu.
Retno menyampaikan, saat ini dari 28 kecamatan yang ada di wilayah tersebut, baru dua KDMP yang telah beroperasi yakni KDMP Tlogoagung, Kecamatan Baureno dan KDMP Padangan, Kecamatan Padangan.
Meskipun saat ini pemerintah terus mematangkan regulasi KDMP, namun hal itu tidak menyurutkan langkah koperasi desa untuk mulai menjalankan usahanya.
Selain itu pemerintah daerah berupaya akan mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) terkait koperasi desa tersebut.
"Pemkab Bojonegoro akan terus memberikan pendampingan dan memfasilitasi bagaimana KDMP yang ada agar segera berani dan merealisasikan usahanya," jelasnya.
Menurut dia, keberadaan koperasi desa tidak untuk mematikan usaha yang ada di daerah setempat, tapi diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun mayoritas koperasi desa menghadapi sejumlah kendala seperti terkait permodalan.
"Harapannya para mitra maupun pemangku kepentingan terkait dapat memberikan kemudahan-kemudahan kepada KDMP," katanya.
Sementara itu ketua KDMP Padangan, Arif Wahyudi menambahkan, jumlah anggota koperasi tersebut sekitar 750 orang dengan syarat menyetorkan simpanan pokok Rp100 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu setiap bulan.
Upaya pengurus KDMP Padangan, lanjut Arif, untuk mengaktifkan unit usaha koperasi melalui pemberian voucher belanja Rp1 juta kepada seluruh anggota koperasi yang berlaku selama setahun.
"Harapannya masyarakat maupun anggota aktif berbelanja dan melakukan transaksi di KDMP Padangan," katanya.
