Blitar (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Blitar, bersama instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak), mendata realisasi pendistribusian beras oleh produsen maupun distributor di wilayah hukum Polres Blitar.
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Momon Suwito Pratomo mengemukakan kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga beras di pasaran.
"Kami kegiatan ini. Dengan langkah ini, diharapkan distribusi beras di Kabupaten Blitar tetap lancar, harga terjaga, dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok tersebut," katanya di Blitar, Jumat.
Kegiatan dimulai dengan sidak ke beberapa lokasi penggilingan padi dan distributor di wilayah hukum Polres Blitar, antara lain UD. Mustika, UD. Mitra Padi, UD. Margo Tani, serta Distributor Toko Timur.
Tim kemudian melakukan pengecekan jumlah stok beras yang tersimpan di gudang, harga beli gabah dari petani, harga jual beras, serta realisasi pendistribusian ke pasar tradisional dan ritel modern.
Ia menyebut, dari hasil sidak tersebut, menunjukkan bahwa stok beras di Kabupaten Blitar masih aman dan terkendali.
Untuk harga beras juga terpantau berada pada kisaran harga eceran tertinggi (HET), dengan rincian UD. Mustika stok 1,5 ton, harga jual Rp14.200 per kilogram (merk Tiga Tujuh) dan Rp14.000 per kg (merk Pisang).
UD. Mitra Padi, stok 300 kilogram dengan harga jual Rp14.000 per kg (merk Manalagi) dan Rp13.500 per kg (merk Hemat).
UD. Margo Tani, stok berasnya adalah 1,3 ton, kemudian untuk harga jual Rp13.300 per kg (merk BIO).
Lalu, distributor Toko Timur, untuk stok beras adalah 25 ton, dengan harga jual Rp14.800 per kg (merk Ibu Muda) dan Rp13.500 per kg (merk PJ).
AKP Momon juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengimbau para pelaku usaha untuk segera menyalurkan stok beras yang ada di gudang dan tidak melakukan penimbunan.
“Apabila ditemukan adanya penimbunan, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata dia.
Dalam kegiatan ini, selain melibatkan personel Satreskrim, Satintelkam, Kasi Humas Polres Blitar, juga dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar.
