Jakarta - Perlombaan putaran keempat Indoprix di Park Circuit Kenjeran, Surabaya, Minggu (30/9), sangat krusial bagi Rafid Topan dan Sigit PD, namun kemenangan akan melapangkan jalan keduanya menuju juara Indoprix 2012. Topan adalah penguasa IP 110 dengan 91 poin sedangkan Sigit memimpin IP 125 dengan 93 poin, namun di tengah ketatnya persaingan antarpembalap di lintasan, memenangi race 4 di Park Circuit Kenjeran bukan perkara mudah bagi Topan dan Sigit. "Topan tidak hanya menghadapi tekanan dari sesama pebalap Yamaha, tapi pebalap tim Yamaha Yamalube Nissin KYT Tunggal Jaya itu juga harus mengatasi agresifitas pebalap Honda," kata Lili Permana, ofiser media panitia, dalam siaran pers, Sabtu. Bagaimana kompetitifnya pembalap Honda sudah dirasakan Topan pada seri 2 di sirkuit yang sama, 27 Mei lalu. Ketika itu pebalap Honda jadi penguasa IP 110 lewat aksi Hokky Krisdianto (Honda Tunas Jaya Federal Oil KYT) dan I Gde Arief Kurniawan (Honda Daya PKG NHK AHRS daytona). Ancaman pembalap Honda kian nyata lantaran Sudarmono, yang kini bertengger di peringkat kedua klasemen dengan 84 poin, kabarnya tak bisa tampil. Kondisi pembalap Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya itu pasca insiden yang dialaminya pada ajang PON XVIII di Riau, belum sepenuhnya pulih, kata Lili. "Sudarmono mengisyaratkan siap berlaga di seri 4 ini. Tapi, kita akan melhat dari sesi yang nanti dijalani dan kalau kita nilai malah membahayakan dia, kita putuskan untuk melarangnya tampil," kata Rudy Hadinata, pemilik tim asal Bandung itu. Jika Sudarmono benar-benar absen, sudah dipastikan pembalap Honda bakal tampil lebih ngotot terutama I Gde Arief Kurniawan, yang kini berada di urutan tiga dengan 65 poin. "Begitu juga dengan H Yudhistira, Kawasaki KYT ELF IRC Rextor Manual Tech, juga akan bakal habis-habisanmengejar peluang untuk meraih hasil maksimal. Kini, Yudhistira bertengger di peringkat 4 dengan 63 poin. Memang, Topan tak boleh lengah. Gagal meraih pon di Park Circuit Kenjeran akan memberi keuntungan kepada I Gde Arief Kurniawan dan Yudhistira, " Lili menjelaskan. Topan memang belum pernah menang, tapi konsistensi yang ditunjukkan Topan sepanjang musim 2012 dengan empat kali meraih posisi kedua, dua diantaranya pada seri 2 di Park Circuit Kenjeran, jadi modal untuk menghadapi kerasnya persaingan di seri 4. Di IP 125, Sigit juga menghadapi pertarungan yang tak kalah keras. Tapi, pembalap tim Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya itu punya modal bagus, karena di seri dua di sirkuit yang sama, ia berhasil melakukan sapu bersih dengan memenangi dua race yang digelar. Tantangan terberat Sigit di Park Circuit Kenjeran akan datang dari sesama pembalap Yamaha. Tapi, Kawasaki lewat aksi H Yudhistira tak bisa dipandang sebelah mata, karena keberhasilan pebalap tim Kawasaki KYT ELF IRC Rextor Manual Tech itu mencuri kemenangan di race 2 pada seri 3, 1 Juli lalu, di Sirkuit Sentul, merupakan sinyal ia siap bikin kejutan di Seri 4. Seri 4 merupakan kesempatan terbaik Sigit untuk meraih poin maksimal. Pasalnya, pada seri 3, 1 Juli lalu, di Sirkuit Sentul, ia tak bisa tampil maksimal lantaran cedera patah tulang lengan kanannya belum 100 persen pulih. Ya, seri 4 jadi race yang sangat menentukan bagi Topan dan Sigit. Kemenangan di Park Circuit Kenjeran akan membuat keduanya tak perlu susah payah di seri terakhir nanti di Sirkuit Balipat, Binuang, Kalimantan Selatan. Selain menghadapi ketatnya persaingan di lintasan, teriknya cuaca juga menjadi kendala utama pembalap saat berlaga di Park Circuit Kenjeran. Jadi meski sirkuit ini pendek, posisi start tak terlalu menentukan. Tapi yang paling menentukan adalah stamina. Sebab, balapan di Park Sirkuit sangat menguras tenaga. Pokoknya, bagi para pembalap yang bersaing menuju juara Indoprix 2012, jangan sampai kehilangan poin di Park Circuit Kenjeran sebab poin di seri 4 ini sangat krusial," tutur Lili.(*)
Berita Terkait
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
