Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, mengimbau petani menanam komoditas cabai dan bawang merah guna mendukung kemandirian pangan lokal dan mampu memenuhi kebutuhan warga setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sumanto mengatakan selain padi, Pemkab Madiun memiliki program penanaman komoditas hortikultura utamanya cabai dan bawang merah sering komoditas itu menjadi penyumbang inflasi dari sektor pertanian.
"Karena itu, kami mendorong produksi dari para petani agar pasokan di wilayah setempat tetap terjaga dan harga stabil," ujar Sumanto di Madiun, Jumat.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun telah membagikan bantuan bibit dan pupuk guna mendorong petani menanam cabai dan bawang merah.
Untuk penanaman cabai, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun telah membagikan ribuan bibit tanaman cabai ke puluhan perwakilan kelompok tani setempat guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan.
Sesuai data, bibit cabai di antaranya dibagikan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) berjumlah 34 kelompok di enam kecamatan, dengan masing-masing KWT mendapatkan sekitar 350 bibit cabai siap tanam.
Sedangkan kelompok tani hortikultura ada 37 kelompok di sembilan kecamatan yang mendapatkan bantuan benih cabai, dengan masing-masing kelompok menerima sebanyak 228 bungkus benih cabai. Pemkab juga membagikan 6.000 kantong pupuk NPK serta 160 roll mulsa.
Pada tahun 2024, Kabupaten Madiun mencatat luas tanam cabai sebesar 57,5 hektare dengan total produksi mencapai 454,17 ton.
Sementara untuk bawang merah, luas tanam bawang merah pada 2024 di Kabupaten Madiun mencapai 189 hektare yang tersebar di delapan kecamatan. Tahun ini, pemerintah menargetkan luasan tanam mencapai 200 hektare.
Pemkab juga menyiapkan dukungan penuh, mulai dari tenaga penyuluh, bantuan bibit, hingga kemudahan akses bantuan untuk kelompok tani bawang merah. Adapun sentra bawang merah ada di Kecamatan Kebonsari, Dolopo, Wungu, Saradan, Kare, Pilangkenceng, Balerejo, dan Madiun.
Dengan mengajak tanam bawang merah dan cabai, harapannya jika sewaktu-waktu ada lonjakan harga, maka minimal kebutuhan komoditas tersebut untuk keluarga bisa dipenuhi dari kebun sendiri atau kelompok tani sekitar.
"Sehingga ketahanan pangan dan kedaulatan pangan di Kabupaten Madiun akan tercapai," kata Sumanto.
