Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya menjadikan kegiatan Surabaya Great Expo (SGE) 2025 sebagai penguat ekonomi di tingkat daerah karena mengintegrasikan produk pelaku usaha mikro dan menengah dengan pelayanan publik di kota setempat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Rabu mengatakan SGE 2025 hadir kembali dengan gebrakan baru yang mengusung tema "Produk UMKM Surabaya yang Terintegrasi dengan Pelayanan Publik Kota Surabaya".
"Sinergi antara pameran produk UMKM dan layanan publik ini menjadi fokus utama dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Pahlawan," katanya.
Ia mengatakan, SGE yang sudah berlangsung ke-14 ini bukan sekadar pameran melainkan ajang untuk memperkuat perekonomian daerah.
Menurutnya, tema integrasi menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi lokal lewat layanan terpadu, sekaligus memudahkan masyarakat.
"Jadi, Surabaya Great Expo ini temanya adalah produk UMKM Surabaya yang terintegrasi dengan pelayanan publik Kota Surabaya," ujarnya.
Ia mengatakan, SGE tahun ini berlangsung mulai 13-17 Agustus 2025 hant menjadi wadah bagi perangkat daerah (PD), perguruan tinggi, BUMD, BUMN hingga pelaku UMKM dari berbagai daerah untuk menampilkan inovasi dan produk unggulan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis transaksi tahun ini bisa melampaui target.
"Target kita adalah lebih dari Rp5-6 miliar. Kalau tahun kemarin sampai Rp8 miliar. Semoga ini juga lebih dari Rp6 miliar yang sudah kita canangkan," ujarnya.
Ia mengajak seluruh warga Surabaya dan sekitarnya untuk datang dan menikmati pameran ini.
"Rugi kalau tidak datang ke Surabaya Great Expo 2025 di Grand City. Ada banyak diskon dan bisa sekaligus mengurus pelayanan publik sambil berbelanja," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan SGE 2025 diikuti oleh 198 peserta.
“Untuk menarik minat pengunjung, pameran ini menawarkan berbagai produk seperti kuliner, fesyen, batik, dan kerajinan tangan. Selain itu, ada beragam kegiatan pendukung seperti pelatihan keterampilan, gelar wicara, sertifikasi halal, hingga kompetisi memasak bagi Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya," katanya.
