Bojonegoro (ANTARA) - Menteri Desa Pembangunan dan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto memastikan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tujuannya bersama-sama membangun desa setempat.
"Bumdes dan Kopdes yang berdiri di desa jangan dibenturkan, karena tujuannya sama-sama membangun kesejahteraan masyarakat desa," katanya saat rembug warga di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis malam.
Dihadapan Kepala Desa, pengurus Bumdes dan Kopdes Merah Putih, serta pegiat desa, Yandri memaparkan perbedaan Bumdes dan Kopdes Merah Putih.
Menurut dia, Bumdes mendapatkan modal dari dana desa, sedangkan Kopdes Merah Putih memperoleh pinjaman dari bank pemerintah sampai tiga miliar rupiah dan membayar kredit.
Selain itu lanjut Yandri, Bumdes menangani potensi desa seperti desa wisata dan desa eksport. Namun Kopdes Merah Putih mengelola penjualan sembako langsung dari Bulog sesuai harga pabrik, termasuk pupuk, LPG, klinik desa dan yang lainnya.
"Simpan pinjam kalau bisa dialihkan ke Kopdes, tapi Bumdes tetap jalan terus dan jangan dimatikan," jelas Menteri Yandri.
Yandri yang juga wakil ketua Satgas Kopdes Merah Putih memastikan Kopdes merupakan salah satu program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Setidaknya ada 18 kementerian yang bertanggungjawab terhadap Kopdes Merah Putih, tidak hanya Kemendes PDT saja," terangnya.
Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, program pemerintah daerah Bojonegoro diantaranya Gayatri dengan memberikan ayam petelur sejumlah 40 ekor kepada masyarakat, lele keluarga dan domba kesejahteraan.
"Supaya meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bojonegoro, termasuk adanya Kopdes Merah Putih diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat," katanya.
