Sejak pentas terbuka tersebut Sinar Majapahit sempat mendunia sekaligus mengangkat nama Pandaan melebihi nama Jawa Timur. Sayang, Sendratari Ramayana Internasional yang digelar pada 1971, itu merupakan untuk pertama kali dan terakhir.
Seiring dengan perjalanan waktu, Taman Candra Wilwatikta Pandaan terus meredup. Kondisi fisik bangunan serta fasilitas lainnya memprihatinkan, karena sejak awal dibangun hingga kini tidak pernah mendapat perbaikan memadai.
Kepala Bagian Operasional Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kushartadi mengatakan, Taman Candra Wilwatikta Pandaan masih banyak diminati sebagai tempat berbagai acara pertemuan maupun pendidikan. Namun, biaya yang diterima pengelola tidak pernah mampu untuk membayar biaya operasional, apalagi untuk biaya perawatan fasilitas.
Meski Taman Candra Wilwatikta Pandaan dalam kondisi merugi, kata Kushartadi, masih saja tetap bertahan ketika yayasan masih dipegang M. Said, karena kekurangan biaya ditanggung secara pribadi.
Kondisi tersebut masih terus tetap bertahan hingga Kepala Bagian Operasional Taman Candra Wilwatikta dipegang Sutojo Sukomihardjo, pengelola Radio Suara Surabaya. Namun, ketahanan tersebut juga karena Sutojo Sukomiharjo yang tetap melanjutkan tradisi M. Said yang sering menutup kerugian secara pribadi.
Namun, setelah Ketua Yayasan Taman Candra Wilwatikta Pandaan kini dipegang Warih Prabowo, kondisinya semakin memprihatinkan. Taman Candra Wilwatikta Pandaan bagaikan mati suri.
Melihat kondisi Taman Candra Wilwatikta Pandaan yang semakin meredup, Gubernur Jawa Timur Soekarwo merasa prihatin. Untuk itu ia mengambil langkah solusi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil alih pengelolaan dengan terlebih dulu merevitalisasi Taman Cahndra Wilkwatikta Pandaan, serta memfungsikan kembali sebagai Pusat Kesenian dan Kebudaayaan Jawa Timur.
Gagasan tersebut gayut dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tengah melaksanakan program Revitalisasi Kampung Majapahit di Trowulan, Mojokerto yang ditargetkan tahun 2013 harus suda selesai.
Revitalisasi Taman Candra Wilwatikta Pandaan diharapkan mampu mengembalikan fungsinya sebagai Pusat Kesenian dan Kebudayaan Jawa Timur. Gagasan merevitalisasi Taman Candra Wilkwatikta Pandaan juga atas pertimbangan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang semakin maju setara DKI Jakarta.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang maju semakin pesat juga perlu diimbangi dengan apresiasi terhadap seni dan budaya, sehingga kesejahteraan juga mampu menciptakan manusia-manusia yang berbudaya serta estetis dalam kehidupannya.
Revitalisasi Taman Candra Wilwatikta Pandaan juga tetap melibatkan dengan pihak pengelolanya. Revitalisasi meliputi pembenahan panggung terbuka, rehabilitasi pendapa, gedung pertemuan, serta penginapan.
Fasilitas yang telah ada, juga akan dilengkapi dengan galery, lapangan tenis, kolam renang, dan tempat main anak-anak. Taman Candra Wilwatikta nantinya juga akan dijadikan sebagai tempat pelatihan seni tari.
Sehingga nantinya di Taman Candra Wiklwatikta Pandaan akan diagendakan kembali pentas seni secara periodik, atau secara paket yang siap untuk menyambut setiap kedatangan tamu. Juga akan dikembangkan olahraga panahan, baik prestasi maupun tradisional.
Taman Candra Wilwatikta Pandaan kini mulai bersinar kembali. Malam lalu (Rabu, 11/7) sebuah pergelaran agung Sendratari Surya Majapahit menjadi pergelaran perdana dalam upaya merevitalisasi panggung terbuka termegah di Jawa Timur.
Para perwakilan peserta Temu Karya Taman Budaya dari seluruh Indonesia bersama ribuan penonton telah menjadi saksi.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026