Madiun - Jumlah kepersertaan program keluarga berencana di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hingga saat ini mencapai 153.688 orang. "Jumlah tersebut merupakan angka kepesertaan yang tercatat di Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Madiun," ujar Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Madiun, Ahmad Tohari, Jumat. Ia menambahkan, dimungkinkan jumlah riil peserta program keluarga berencana (KB) akan lebih banyak lagi, karena beberapa alat kontrasepsi dijual bebas di pasaran. Dikatakannya, dari 153.688 peserta program tersebut, perinciannya ialah peserta KB reguler 112.226, sedangkan KB Mantap sebanyak 41.462. "Untuk KB Mantap masih terbagi lagi atas KB Metoda Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi 6.347 peserta, KB Metoda Operasi Pria (MOP) atau vasektomi 103 peserta, IUD 26.977 peserta, dan implan sebanyak 8.035 peserta," tuturnya. Ia menyatakan akan rutin melakukan sosialisasi dan penyuluhan di wilayahnya guna menjaring peserta KB yang lebih banyak lagi. Disebutkan, sosialisasi akan dilakukan hingga ke tingkat desa dengan menggandeng petugas Dinas Kesehatan setempat di tingkat kecamatan atau Puskesmas. "Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Madiun secara khusus dan wilayah nasional secara umum," paparnya. Guna mendukung kegiatan dan sosialisasi program KB, BKBPP Kabupaten Madiun tahun ini mendapat bantuan dana sebesar Rp435 juta. Dana tersebut, lanjutnya, akan digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB di Kabupaten Madiun. Di antaranya, demikian Ahmad Tohari, untuk peningkatan daya jangkau dan kualitas penyuluhan, sarana dan prasarana fisik pelayanan KB, komunikasi, informasi, dan edukasi program KB, juga pengelolaan data. "Terkait pelayanan KB telah dialokasikan sebesar Rp135 juta dan kegiatan penyuluhan yang meliputi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) KB sebesar Rp50 juta," katanya. Pihaknya berharap di waktu depan, kesadaran kepesertaan menggunakan alat kontrasepsi bertambah, sehingga pelaksanaan program KB di wilayah setempat juga terpantau. Ahmad Tohari juga mengungkapkan, alat kontrasepsi yang paling dominan digunakan oleh peserta KB di Kabupaten Madiun saat ini antara lain susuk, IUD, tubektomi, dan kondom. (*)
Berita Terkait
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
