Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menyatakan hingga kini terdapat empat kecamatan di Pasuruan yang masih tergenang banjir sejak Jumat (28/3) kemarin.
"Di wilayah Kecamatan Winongan menjadi lokasi dengan banjir terparah. Tercatat ada enam desa yang masih tergenang yakni Desa Winongan Kidul, Prodo, Lebak, Winongan Lor, Bandaran dan Desa Sidepan yang terdampak banjir paling parah dengan ketinggian sampai 100 centimeter," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi dalam keterangan di Pasuruan, Sabtu.
Sugeng menuturkan curah hujan yang cukup tinggi dan terjadi selama berjam-jam sejak Jumat (28/3) lalu menjadi penyebab utama banjir tersebut.
Ia menyatakan selain di Kecamatan Wingongan, setidaknya ada tujuh desa di Kecamatan Gondangwetan, Kecamatan Grati dan Kecamatan Pasrepan yang juga dikepung banjir.
Sugeng menjelaskan untuk wilayah Kecamatan Gondangwetan ada lima desa terdampak yakni Desa Sekarputih, Ranggeh, Pekangkungan, Bajangan dan Kelurahan Gondangwetan dengan titik terparah berada di Desa Sekarputih dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.
Selanjutnya, Sugeng menyebutkan Desa Jogorepuh di Kecamatan Pasrepan juga terdampak banjir sedangkan Kecamatan Grati Desa Kedawung Kulon turut terdampak banjir cukup parah dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.
Selain curah hujan yang cukup tinggi, Sugeng mengaku kondisi air laut pasang juga membuat sungai-sungai tak mampu menahan debit air yang berlebih sehingga air sungai meluber ke pemukiman warga.
Sugeng berharap masyarakat tetap terus waspada terutama bagi warga yang akan melaksanakan mudik dari dan menuju Pasuruan agar terus berhati-hati akan curah hujan yang cukup tinggi.
"Saya imbau masyarakat untuk terus tingkatkan kewaspadaan dalam menghadapi curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir di Pasuruan ini, terutama bagi yang hendak mudik dari dan menuju Pasuruan," kata Sugeng.