Malang Raya (ANTARA) - Polresta Malang Kota, Jawa Timur telah merancang skema penanganan kepadatan wisatawan di kawasan wisata Kayutangan Heritage untuk masa libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kepala Bagian Operasional Polresta Malang AKP Sutomo di Kota Malang, Kamis, mengatakan sebanyak 150 personel telah disiapkan melakukan penguraian kepadatan pengunjung di Kayutangan Heritage.
"Kami sudah ada yang di pos pengamanan dan pos pelayanan tetapi kami menyiapkan personel yang khusus untuk ini (Kayutangan Heritage), totalnya ada 150 orang untuk mengantisipasi apabila ada kenaikan eskalasi," kata Sutomo.
Adapun penerjunan pasukan tersebut melihat pada situasi dan kondisi yang ada di Kayutangan.
Sutomo menjelaskan ketika pihaknya mendapatkan laporan soal kepadatan kunjungan maupun arus lalu lintas, maka personel di tim tersebut baru akan diterjunkan sebagai perbantuan kepada petugas kepolisian yang sudah ada di lokasi tersebut.
Personel kepolisian yang tergabung di tim tersebut akan bersiaga hingga kondisi kepadatan kunjungan melandai.
"Tim ini kami menerjunkan untuk membantu penanganan, kalau sudah selesai personel kami tarik lagi kembali. Terus misalkan membutuhkan personel juga ada dari lalu lintas dengan tim urainya," ujarnya.
Sutomo menambahkan bahwa pihaknya sudah siap dalam melakukan pengamanan wilayah kota selama pemberlakuan Operasi Ketupat Semeru 2025 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2025.
"Wisata yang biasa saat liburan itu kebanyakan ke Kota Batu dan Kabupaten Malang bagian selatan, tetapi kami tetap memantau terus, karena itu (Kayutangan) bagian dari jantung Kota Malang," ucap dia.
Selain itu, Sutomo menyatakan pemantauan kondisi keramaian juga mencakup obyek destinasi wisata belanja yang ada di Kota Malang.
Meski, kata dia, untuk di lokasi tersebut kunjungan berpotensi tidak memunculkan penumpukan, tetapi petugas tetap disiagakan melakukan pemantauan.
"Kalau mal sementara ini tidak terlalu (ramai), kemungkinan yang paling di Ramayana saja. Tetapi kami tetap pantau terus perkembangannya seperti apa," kata Sutomo.