Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya kesalehan sosial serta menjaga tiga ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Bakti Sosial, dan Amaliyah Ramadan, serta Penutupan Pesantren Ramadan Balita di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, menyampaikan bahwa tiga ukhuwah yang harus senantiasa dijaga adalah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah.
"Pada bulan Ramadan seperti ini, kita diingatkan untuk meningkatkan kesalehan sosial serta pentingnya menjaga tiga ukhuwah, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah," ujarnya dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah menjelaskan bahwa ukhuwah Islamiyah tercermin dalam upaya menjaga kerukunan di antara umat Islam, termasuk dalam perbedaan praktik ibadah seperti jumlah rakaat shalat tarawih. Sementara ukhuwah insaniyah diwujudkan melalui kegiatan sosial tanpa membedakan agama, ras, golongan, atau mazhab.
"Kita tidak melihat latar belakangnya, yang kita lihat adalah sisi kemanusiaan yang menggerakkan kita semua," ucapnya.
Sedangkan ukhuwah wathaniyah, lanjutnya, dapat dijaga dengan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui sikap saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta memperbanyak shalawat Nabi.
"Mari kita syukuri nikmat tinggal di Indonesia dengan terus bershalawat dan menjaga persatuan," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti keberlangsungan program Pesantren Ramadan Balita yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
Program ini berlangsung selama dua minggu pada bulan Ramadan 1446 Hijriyah dan bertujuan untuk melatih anak-anak dalam membaca shalawat, hadis, serta lagu-lagu Islami.
Peserta kegiatan ini juga termasuk cucu Khofifah, Aisyah Nabila atau yang akrab disapa Aila.
Pesantren Ramadan Balita merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ramadan Ramah Anak yang telah diluncurkan pada 5 Maret 2025 oleh Kementerian PPPA bekerja sama dengan enam kementerian dan lembaga lainnya.
Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengungkapkan bahwa program ini merupakan inisiatif dari Khofifah Indar Parawansa dan telah mendapatkan dukungan luas dari berbagai kementerian.
"Ini adalah gagasan Ibu Khofifah yang kini telah berjalan selama tiga tahun dan mendapat sambutan baik dari berbagai pihak," ujarnya.
Menurutnya, program ini menjadi investasi penting dalam membentuk generasi emas Indonesia pada 2045.
"Ini adalah langkah luar biasa dalam mendidik generasi penerus yang akan menjadi pilar bangsa di masa depan," katanya.
Baca juga: Khofifah luncurkan Si Mas Ganteng 2 untuk integrasi transportasi Tuban
Baca juga: PP Muslimat NU salurkan 1.000 paket Lebaran dari keluarga Jusuf Kalla
Baca juga: Khofifah pastikan instansi Jatim siap wujudkan Lebaran aman-nyaman