Surabaya (ANTARA) - Musisi legendaris yang juga dai, H. Rhoma Irama, mengajak masyarakat untuk lebih banyak membaca Al Quran daripada menghabiskan waktu dengan gawai, terutama di bulan suci Ramadhan.
"Al Quran adalah pedoman hidup yang luar biasa. Bahkan, jika diturunkan ke gunung, maka gunung itu akan hancur karena keagungannya. Tapi, saat ini banyak yang lebih sibuk dengan gadget daripada membaca Al Quran," kata Rhoma dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.
Dalam acara peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rhoma menegaskan bahwa Al Quran adalah mukjizat yang membimbing umat Islam menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Namun, Rhoma menyayangkan bahwa Al Quran saat ini lebih sering dijadikan pajangan di rumah, sedangkan gawai dan media lain lebih sering dibaca dan digunakan.
Ia juga menyoroti kurangnya perhatian terhadap bahasa Arab, yang merupakan bahasa Al Quran, dibandingkan bahasa Inggris.
"Padahal, Al Quran itu masterpiece yang tersimpan di Lauhul Mahfudz dan diturunkan secara bertahap hingga 30 juz, 114 surat, dan 6.232 ayat. Ini adalah cahaya kehidupan yang sempurna, tidak ada keraguan di dalamnya, lalu mengapa kita masih mengabaikannya?" katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mengajak masyarakat untuk lebih banyak berinteraksi dengan Al-Qur'an selama Ramadhan.
"Ramadhan adalah bulan Al Quran. Mari kita renungkan, sudah berapa kali kita khatam, apakah bacaan tartil kita sudah semakin baik?" katanya.
Sementara itu, Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menyemarakkan Ramadhan 1446 H dengan program "Sparkling Ramadhan 999", yang mencakup berbagai kegiatan dakwah, sosial, serta pembenahan fasilitas masjid.
