Banyuwangi (ANTARA) - Founder Global Village Foundation (GVF) Andy Bracey menyebut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mempunyai komitmen kuat dalam memberikan pendidikan setara bagi kaum difabel.
"Saya mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang terus memberikan perhatian besar kepada kaum difabel. Program-program yang digulirkan banyak yang berpihak kepada penyandang disabilitas," katanya dalam acara "Aktualisasi sekolah luar biasa sebagai pusat Sumber mendukung Banyuwangi lebih inklusif" di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Selasa.
Sejak 2021, GVF konsisten memberikan dukungan untuk penguatan program inklusif di Kabupaten Banyuwangi, di antaranya pemberian ratusan kursi roda bagi penyandang disabilitas.
"Kami sudah berkeliling ke berbagai wilayah, dan sejauh ini, saya tempatkan Banyuwangi di posisi teratas sebagai daerah yang banyak menggulirkan program prodifabel," kata Andy Bracey.
Perwakilan Perkins International (PI) Chenmin Parera yang juga hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi dan terus memberikan dukungan untuk Banyuwangi.
PI konsisten menyokong program-program inklusivitas di Banyuwangi, di antaranya melalui berbagai pelatihan bagi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua penyandang disabilitas, seperti pelatihan komunikasi hingga cara penanganan disabilitas.
"Kami melihat keseriusan Banyuwangi memberikan dukungan luar biasa kepada anak-anak, khususnya penyandang disabilitas, guna mengakses pendidikan yang berkualitas. Kami selama ini mendukung diwujudkannya lingkungan yang inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa berpartisipasi mengembangkan nilai-nilainya dalam masyarakat," katanya.
Pendidikan inklusif telah menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan di Kabupaten Banyuwangi, bahkan pemerintah daerah setempat telah menggulirkan program sekolah inklusi sejak tahun 2014 dan terus diperbanyak hingga saat ini total ada 162 sekolah, mulai jenjang SD hingga SMP.
Sampai saat ini, Banyuwangi telah menyiapkan 250 guru pendamping yang disebar di berbagai sekolah inklusi se-Banyuwangi untuk mendampingi 1.147 peserta didik berkebutuhan khusus.
Pemkab Banyuwangi juga memberikan kesempatan kerja kepada para difabel, dan setiap agenda job fair juga dibuka lowongan untuk difabel, bahkan juga memberi kesempatan CPNS bagi difabel.