Paris (ANTARA/AFP) - Serena Williams mengalami kekalahan paling buruk dalam karirnya, ketika Selasa tersingkir dalam pertandingan dramatis dengan angka 4-6, 7-6 (7/5), 6-3 atas peringkat ke-111 dunia dari Prancis, Virginie Razzano, pada turnaman tenis Prancis Terbuka. Ini merupakan kekalahan pertama petenis berusia 30 tahun itu pada pembukaan pertandingan selama mengikuti 47 turnamen Grand Slam dalam karirnya, dan tersingkir paling awal sejak ia dikalahkan sudaranya Venus pada putaran kedua Australia Terbuka 1998. Pada pertandingan yang berlangsung ketat di Philippe Chatrier Court, Williams mengamankan tujuh "match point" pada game kesembilan set penentu "Saya amat kecewa, tapi inilah hidup. Segala sesuatunya yang buruk bisa saja menimpa kita," kata penyandang gelar juara 13 turnamen Grand Slam Williams, yang tahun lalu absen di Roland Garros, karena sedang berjuang mengatasi penggumpalan darah di paru-parunya "Saya sudah mengalami banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya duduk saja dengan gembira di sini. Saya sudah berusaha menyingkirkan apa yang salah dalam permainan saya. Saya berjuang hingga akhir," katanya. Williams mengikuti turnamen itu dengan catatan rekor 46-0 dalam karirnya pada putaran pertama Grand Slam dan 17-0 ketika memenangi turnamen tanah liat 2012 dan meraih gelar di Charleston dan Madrid. Juara turnamen di tempat sama pada 2002 itu merupakan petenis favorit sebelum turnamen dimulai. Razzano luar biasa gembira dengan kemenangannya itu. "Anda (penonton) memberi enerji kepada saya. Terima kasih atas semua dukungannya kepada saya," kata Razzano dengan nafas tersengal setelah bertanding selama tiga jam. "Saya tahu peluang itu ada pada diri saya dan saya menggalinya amat dalam untuk mendapatkannya," katanya. Williams, juara 2002, turun lapangan agak lebih sore dan ketika ia memenangi set pertama dan unggul 5/1 pada tiebreaker set kedua, kelihatannya ia sudah akan menang seperti selalu rutin dilakukannya. Tetapi Razzano, yang dipuja penonton di Paris pada Prancis Terbuka 2011 yang turun lapangan hanya lima hari setelah kekasihnya meninggal karena tumor otak, meningkatkan permainannya dan meraih enam poin berikutnya sehingga kedudukan menjadi sama. Mungkin karena rasa emosi yang meningkat, Williams kelihatan menangis ketika duduk di bangkunya menjelang laga set ketiga. Ia bermain semakin kacau pada set penentu itu, kehilangan dua angka dan dipecundangi lawan 4-0. Williams harus menarik nafas dalam ketika wasit Eva Asderaki, yang pernah bertengkar dengannya pada final AS Terbuka 2011 saat ia kalah atas Samantha Stosur di New York tahun lalu, meminta pagar permainan oin pertama game kelima agar diulangi. Razzano membuat "ace" dan memimpin 5-0 tetapi drama masih terus berlanjut. Williams bangkit lagi dan membuat angka menjadi 3-5 dan memiliki satu "break point" ketika Asderaki menghukum Razzano untuk ketiga kalinya karena melakukan kesalahan. Ia memanfaatkan peluangnya dan mendapatkannya sebelum melakukan kesalahan ganda kedelapan. Razzano mengamankan "break point" berikutnya dan berikutnya, sebelum kehilangan "match point" ketiga, tapi bangkit lagi melancarkan pukulan "forehand" keempat disusul "backhand" yang kelihatannya tepat menyentuh batas garis. Williams mengamankan "match point" kelima menggunakan sapuan keras "forehand", kemudian mendapatkan yang keenam sedangkan Razzano memukul "backhand" melebar dari ruang lapangan. "Break point" kelima didapatkan petenis Amerika itu, sebelum "match point" ketujuh diambil lawannya dari Prancis. Pada "match point" kedelapan, pukulan Williams memanjang dan Razzano bersorak merayakan kemenangannya pada laga selama tiga jam tiga menit itu. Razzano selanjutnya akan bertemu dengan petenis asal Belanda, Arantxa Rus, untuk merebutkan tempat ke babak 32 besar.(*)
Berita Terkait
Wawrinka Tersingkir dari Prancis Terbuka
27 Mei 2014 15:50
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
