Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 42 pelatih dari 22 Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur mengikuti coaching clinic atau pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam membina atlet.
Ketua Pengprov FTI Jawa Timur Anastasia Kirana menyatakan optimistis jika pelatihan tersebut akan meningkatkan kualitas pembinaan atlet triathlon di daerah, terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Malang Raya 2025.
“Saat ini, pembinaan atlet di daerah sudah cukup baik. Para pelatih juga telah memiliki sertifikasi kepelatihan dan akan terus berupaya mencetak atlet-atlet berprestasi untuk Porprov,” ujar Anastasia dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Anastasia menjelaskan bahwa 42 pelatih yang mengikuti pelatihan tersebut mendapatkan materi langsung dari para ahli berpengalaman.
“Beberapa pemateri di antaranya adalah Doni, pelatih pelatnas balap sepeda, Fadli, pelatih pelatnas yang sukses membawa Jatim menjadi juara umum PON XXI Aceh-Sumut, kemudian ada Poernomo, salah satu dosen dari Unesa serta Fikri, seorang ahli analisis olah raga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anastasia meyakini bahwa pelatihan yang diselenggarakan di Laboratorium Doping Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 10-12 Januari 2025 ini akan semakin meningkatkan kompetisi di Porprov Jawa Timur.
“Sulit untuk memprediksi kabupaten atau kota mana yang akan menjadi juara umum karena seluruh Pengcab FTI di Jawa Timur memiliki ambisi besar untuk mencetak atlet-atlet terbaik,” kata Anastasia.
Ia berharap para pelatih yang telah mengikuti pelatihan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membina atlet di daerah masing-masing.
“Sebelumnya, sudah ada beberapa atlet daerah bergabung di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim. Setelah coaching clinic ini, saya berharap para pelatih dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi,” tuturnya.
Tingkatkan pembinaan atlet, puluhan pelatih triatlon se-Jatim diberi pelatihan
Senin, 13 Januari 2025 13:31 WIB

Ketua Pengprov FTI Jawa Timur Anastasia Kirana (tengah) foto bersama para peserta pelatihan di Laboratorium Doping Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (12/1/2025). ANTARA/HO-FTI Jatim
saya berharap para pelatih dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi