Jember - Produsen benih sayuran dan hortikultura, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerja sama dengan Pemerintah Belanda untuk meningkatkan produksi benih sayuran di Indonesia melalui "Private Sector Investment Programme" di Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jatim.
"Kami memberikan bantuan berupa shelter dan nethouse kepada 400 petani produksi sayuran di Jember dan Banyuwangi, agar produksi benih mereka meningkat," kata Direktur PT Ewindo, Glen Pardede, di sela-sela acara peresmian pembangunan nethouse di Kabupaten Jember, Rabu.
Menurut dia, perubahan iklim yang tidak menentu dan cuaca ekstrem sangat berpengaruh terhadap produksi benih sayuran, sehingga banyak petani yang merugi dan berdampak pada petani konsumsi yang menggunakan produk benih cap panah merah.
"Pada tahun 2010-2011, pemerintah impor benih sayuran yang cukup besar di Indonesia karena produksi benih sayuran di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan petani akibat cuaca ekstrem," tuturnya.
Saat ini, lanjut dia, petani tidak bisa hanya bergantung pada informasi perubahan iklim dari BMKG karena produksi benih sayuran harus tetap jalan terus, sehingga perlu inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produksi benih sesuai kebutuhan.
"Dengan menggunakan nethouse dan shelter sebanyak 400 unit di Jember dan Banyuwangi diharapkan dapat meningkatkan produksi petani benih di dua kabupaten setempat hingga mencapai 7,8 ton untuk benih cabai dan 1,4 ton benih tomat,"paparnya.
Sebanyak 400 unit shelter dan nethouse tersebut dibangun di lahan pertanian seluas 20 hektare dengan rincian 13 hektare untuk lahan cabai dan 7 hektare untuk tanaman tomat di Jember dan Banyuwangi, sehingga diharapkan para petani bisa memproduksi benih sebanyak tiga kali dalam setahun.
"Pemerintah Belanda dan PT Ewindo menyiapkan dana sebesar Rp14,35 miliar untuk pembangunan shelter dan nethouse sebanyak 400 unit dengan luas 20 hektare dalam kurun waktu 2012-2013," katanya menjelaskan.
Ia menuturkan pembuatan nethouse tidak hanya melindungi tanaman dari cuaca ekstrem, namun dapat mengurangi serangan hama dan penyakit.
"PT Ewindo sebelumnya juga membangun delapan unit 'greenhouse' untuk para petani di Kabupaten Banyuwangi guna meningkatkan produksi benih tomat," ujarnya menambahkan.
Sementara salah seorang petani benih asal Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Amir Mahmud, mengatakan perubahan cuaca yang tidak menentu sangat mempengaruhi produksi benih tanaman sayuran, sehingga perlu shelter dan nethouse.
"Kadang-kadang kami tidak bisa memenuhi target produksi benih yang ditetapkan PT Ewindo karena curah hujan yang cukup tinggi, sehingga diharapkan dengan bantuan shelter dapat memenuhi target produksi benih cabai," tutur Ketua Kelompok Tani Sejahtera itu.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026