Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut bahwa sekitar 35 persen dari 2.956 calon haji asal daerah itu yang berangkat tahun ini masuk kategori risiko tinggi (risti), sehingga harus benar-benar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Saya minta jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan, karena menjalankan rukun Islam kelima itu menuntut kesiapan fisik, selain kekuatan spiritual, sehingga perlu kondisi kesehatan yang baik," kata Bupati Fawait dalam sambutan pelepasan dan doa bersama jamaah calon haji di Gedung Serbaguna Jember, Senin.

Menurutnya, kesempatan menunaikan ibadah haji bukan semata-mata karena kesiapan materi, melainkan panggilan dan pilihan dari Allah SWT, karena banyak orang memiliki kemampuan secara finansial, namun belum mendapatkan kesempatan berangkat, sehingga  jamaah yang hadir adalah pribadi-pribadi yang terpilih.

"Panjenengan (bapak/ibu) semua adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur," tuturnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menitipkan doa kepada jamaah calon haji untuk keselamatan bangsa Indonesia, serta bagi para pemimpin negara agar senantiasa diberi kekuatan dalam memimpin dan membawa Indonesia menuju kemajuan.

"Saya juga berharap doa dari jamaah dapat mengiringi langkah pembangunan Kabupaten Jember agar terus berjalan dengan baik," katanya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember Nur Sholeh mengatakan jumlah calon haji yang berangkat pada tahun 2026, sebanyak 2.956 orang dan menjadikan Jember sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah calon haji terbanyak di Jawa Timur.

"Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah tiga orang, karena masih menunggu penetapan surat keputusan (SK) hari ini. Apabila SK tersebut turun, total calon haji di Jember sebanyak 2.959 orang," katanya.

Ia menjelaskan ribuan calon haji tersebut masuk menjadi sembilan kelompok terbang (kloter), yakni 90, 91,92,93,94,95,96,97, dan 98 yang akan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo (AHS) Surabaya pada 14-16 Mei 2026.

"Dari ribuan calon haji tersebut, 35 persen diantaranya memiliki risiko tinggi dalam kesehatan, sehingga mendapat pengawasan ekstra dari 31 petugas yang bersiaga untuk mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah haji di sana," ujarnya.

Harapan dan doa mengalir seiring langkah para calon haji yang bersiap menuju ke Tanah Suci. Pelepasan itu tidak hanya menjadi awal keberangkatan secara fisik, tetapi juga menjadi peneguhan niat dan keyakinan bahwa setiap langkah menuju Tanah Suci adalah perjalanan ibadah yang penuh makna.



Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026