Surabaya - Pemerintah perlu memetakan sumber energi laut di Indonesia karena sampai sekarang besarnya potensi energi laut belum dioptimalkan untuk menghasilkan listrik bagi pasar domestik. "Padahal, studi kelayakan energi laut sudah direncanakan pemerintah sejak dikeluarkannya kebijakan UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional," kata Perwakilan Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. Muhtazor, ditemui dalam Diskusi Energi Terbarukan dan Konservasi Energi sebagai Solusi Terintegrasi Masalah Energi, di Kadin Institute, Surabaya, Kamis. Dalam kegiatan yang terlaksana atas kerja sama antara Kadin Institute dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim tersebut, ungkap Muhtazor, energi bisa diumpamakan seperti pangan yang menjadi bahan pokok masyarakat. "Untuk itu, sangat disayangkan kalau sampai tahun 2012 'road map' energi laut belum diwujudkan di Indonesia. Sementara, pemetaan energi angin, air, udara, dan surya sudah direalisasikan pemerintah," ujarnya. Mengenai upaya perwujudan potensi energi laut, jelas dia, sekarang baru dibentuk Asosiasi Energi Laut Indonesia dengan keanggotaannya seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PLN, Badan Geologi, dan sejumlah akademisi. "Dengan adanya asosiasi itu, mereka dapat mulai mengidentifikasi potensi energi laut dan apakah energi tersebut bisa dipakai pada masa mendatang," katanya. Jika ditinjau dari potensi praktis, tambah dia, energi laut bisa dioptimalkan dengan mempertimbangkan ada tidaknya konflik pelayaran di laut tersebut dan apakah dasar lautnya bisa dibangun infrastruktur penunjang pemanfaatan energi laut. "Dari potensi energi laut, bisa digali dengan menggunakan energi pasang surut yakni di berbagai selat kecil yang menyebar di beberapa kepulauan. Dengan cara itu, kecepatan pasang surut airnya bisa dijadikan energi putaran," katanya. Selain itu, kata dia, dapat menggunakan energi gelombang laut yang berpotensi dioptimalkan di wilayah Maluku dan Papua menyusul gelombang laut di sana sangat tinggi. "Bahkan, memakai energi panas laut dengan memanfaatkan perbedaan suhu permukaan air laut dengan suhu kedalaman air laut," katanya. Dari energi panas laut, lanjut dia, jika dioptimalkan maka ke depan dapat menghasilkan energi sekitar antara 42.000-43.000 MegaWatt (MW).(*)
Berita Terkait
Liga Arab, Dewan Teluk tolak pengakuan Israel atas Somaliland
27 Desember 2025 15:30
Dewan Pengupahan dan Serikat Pekerja Situbondo tolak penetapan UMK
26 Desember 2025 04:12
Buruh dan pengusaha sepakati UMK Ponorogo 2026 naik Rp140 ribu
23 Desember 2025 05:57
UMK Tulungagung 2026 disepakati naik 5,93 persen
19 Desember 2025 22:47
Venezuela sebut tuntutan AS atas minyak dan asetnya "gila"
18 Desember 2025 09:54
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Menteri Purbaya kirim Wamenkeu hadiri RDG BI akhir tahun
17 Desember 2025 16:21
Trump: Pasukan Stabilisasi Gaza didukung banyak negara
16 Desember 2025 09:30
