Liverpool (ANTARA/AFP) - Penyerang Liverpool asal Uruguay, Luis Suarez, dijatuhi sanksi oleh FA pada Rabu, akibat kasus pelecehan rasial terhadap bek Manchester United, Patrice Evra. Pengumuman FA ini muncul, setelah mereka melakukan investigasi panjang terhadap klaim bahwa Suarez melakukan pelecehan rasial pada Evra, saat Liverpool bermain imbang 1-1 dengan United, 15 Oktober silam. Suarez membantah tuduhan tersebut, sementara United sejak awal menyatakan kalau mereka mendukung Evra. Evra menuding kalau Suarez beberapa kali mengeluarkan makian rasial terhadapnya saat pertandingan tersebut berlangsung. Evra membuat klaimnya segera setelah pertandingan usai, seperti dikutip stasiun televisi Prancis, Canal Plus, ia berkata: "Di sana ada beberapa kamera, anda dapat melihat (Suarez) mengatakan kata-kata itu padaku setidaknya sebanyak 10 kali." FA memberi Suarez kesempatan untuk menjawab, seperti yang mereka katakan pada pernyataannya. "Hari ini FA menjatuhkan sanksi pada pemain Liverpool, Luis Suarez, menyusul insiden yang terjadi saat Liverpool melawan Manchester United di Anfield pada 15 Oktober 2011." "Seperti yang diduga kalau Suarez menggunakan kata-kata dan/atau kelakuan kasar terhadap pemain Manchester United, Patrice Evra, yang telah melanggar aturan FA." "Dugaan selanjutnya, (kata-kata kasar) itu mengacu pada asal etnis dan/atau warna (kulit) dan/atau ras Patrice Evra." Liverpool mengeluarkan pernyataan dengan memberi dukungan pada Suarez. "Malam ini klub menerima pemberitahuan dari FA mengenai keputusan mereka untuk menjatuhkan sanksi pada Luis Suarez, dan akan menggunakan waktu untuk melihat kembali dokumentasi yang dikirimkan pada kami."(*)
Berita Terkait
Suarez Kembali Dijatuhi Sanksi Oleh FA
8 Desember 2011 05:37
Kantor HAM PBB desak otoritas AS selidiki penembakan fatal oleh ICE
13 Januari 2026 22:45
DJP kooperatif terkait penggeledahan kantor pusat oleh KPK
13 Januari 2026 14:07
TNI evakuasi karyawan Freeport yang terjebak oleh OPM di Papua Tengah
12 Januari 2026 16:57
Van Gastel sebut PSIM diuntungkan oleh dua kartu merah Madura
11 Januari 2026 14:45
Teater siswa meriahkan peresmian Sekolah Rakyat oleh Prabowo
11 Januari 2026 09:27
Negara harus hadir cegah modal politik tinggi
2 Januari 2026 10:02
KPK telaah laporan ICW dan Kontras soal pemerasan oleh 43 polisi
24 Desember 2025 14:09
