Surabaya, - Ratusan massa eks pekerja dan karyawan pembangunan proyek Suramadu mengancam memblokade jembatan, menuntut pembayaran tunggakan biaya proyek Rp100 miliar yang belum dibayarkan kepada sekitar 13 vendor. "Kesabaran kami sudah habis, dan ini tidak bisa ditawar lagi. Sejak dua tahun lebih kami menunggu, tapi belum ada kejelasan apapun. Kami mengancam akan memblokade Suramadu kalau tidak dibayar," ujar juru bicara aksi, M. Thoriq di sela unjuk rasa di Surabaya, Rabu. Selain pekerja, perwakilan 13 vendor yang menjadi mitra kontraktor proyek pembangunan jembatan Suramadu juga melakukan aksinya tepat di depan kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Jln. Tambak Wedi, Surabaya. "Kami minta pemerintah dan 'Consortium Indonesian of Contractor' (CIC) membayar tunggakan biaya proyek pembangunan. Kalau tidak kami akan datang lagi dan memblokade sampai ada kepastian pembayaran," ucapnya, mengancam. Menurut dia, sebenarnya ada puluhan vendor yang total piutangnya ke pemerintah mencapai Rp100 miliar. Namun, akhir 2010 sudah dibayarkan piutangnya oleh pemerintah sebesar Rp30 miliar, sehingga total piutang vendor yang belum dibayarkan mencapai Rp70 miliar.(*) Anggaran di Kementerian Keuangan. Semoga sebelum akhir tahun sudah selesai," ujarnya.(*)
Berita Terkait
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
88 Tahun ANTARA dan saksi sejarah heroisme di Jatim
12 Desember 2025 19:22
