Gedung Pusat Olahraga SSC Terbengkalai

id Gedung Pusat Olahraga SSC Terbengkalai, antara jatim

Surabaya - edung pusat olahraga atau dikenal "Surabaya Sport Center" (SSC) kini terbengkalai karena sejak diresmikan setahun lalu belum ada kegiatan apapun baik bertaraf nasional maupun internasional.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Masduki Toha, Senin, menilai sarana olahraga yang dibangun Pemkot Surabaya dengan anggaran senilai Rp440 miliar itu mubazir atau tidak ada gunanya karena belum ada pihak yang menyewa untuk kegiatan olahraga.

"Kami sudah sering meminta agar pemkot mencarikan solusi pemanfaatan gedung olahraga tersebut agar tidak terbengkalai. Namun permintaan itu belum juga pernah terwujud. Bahkan sarana dan prasarana olahraga itu sudah tampak tidak terawat," katanya.

Menurut dia, selama tidak dimanfaatkan dengan baik, kondisi SSC kian memprihatinkan karena banyak kran air di kamar mandi mati. Selain itu, banyak sampah yang berserakan di ruang ganti pemain sepak bola dan banyak lampu penerangan yang mati.

Hal serupa disampaikan Ketua Komisi B DPRD Surabaya Moch Machmud. Ia mengatakan, sejak diserahterimakan dari PT Adhi Rechon selaku investor pembangunan SSC ke Pemkot pada akhir April lalu sampai sekarang SSC tidak ada yang mamakainya.

Sejalan dengan kondisi ini, lanjutnya, dewan kembali meminta Pemkot mengadakan kerja sama dengan pihak ketiga agar SSC bisa bisa bermanfaat. "Terserah, apa bentuk kerja samanya. Silahkan dikaji sampai ada kesepakatan bersama, yang penting tidak merugikan pemkot," urainya.

Selain, lanjut dia, tujuan SSC untuk menghidupkan kawasan Surabaya Barat sudah gagal total, ternyata biaya perawatannya menelan anggaran Rp1,5 miliar per tahun.

Dengan fakta tersebut, lanjut dia, pembangunan mega proyek pemkot itu justru merugikan dan membebani pemkot atau rakyat Surabaya sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Sigit Sugihartono mengatakan, pihaknya sedang mencari upaya agar SSC bisa dimanfaatkan dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Surabaya.

Paling tidak keberadaan SSC tidak menjadi beban kota secara terus menerus. Tapi, katanya, kalau SSC dikerjasamakan dengan pihak swasta pihaknya belum berfikiran sampai ke sana sebab kerja sama dengan pihak ketiga tidak semudah apa yang dibayangkan banyak orang.

"Selain itu, ada kekhawatiran SSC tidak semakin bagus, tapi justru malah tambah rusak," katanya.

Salah satu upaya agar SSC bisa memiliki daya tarik di antaranya, pemkot akan terus membenahi sarana dan prasarana di sekitar SSC. Terutama pembangunan jalan akses menuju SSC itu sendiri.

"Kalau selama ini akses jalan menuju SSC masih relatif kecil dan sering banjir, nantinya akses jalan itu akan dilebarkan dan dihindarkan dari masalah banjir," ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya berharap agar kawasan Surabaya yang lahannya kini sudah banyak dikuasai pengembang diminta segera menyulap kawasan itu menjadi kawasan yang bagus seperti kawasan di Citraland.

"Harapannya, setelah kawasan itu menjadi bagus dan indah nantinya SSC menjadi diminati. Itu harapan kami," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar