Pamekasan - Kontes kecantikan sapi dalam acara "Festival Mahakarya Sapi Sonok" di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu, bertabur uang. Para pemilik sapi tidak segan-segan memberikan sejumlah uang kepada para penari latar atau pesinden yang menjadi pengiring sapi yang digelar di lapangan Bakorwil IV Pamekasan ini. "Yang mereka lakukan, itu merupakan luapan kegembiraan pada festival sapi 'sonok' (cantik) kali ini," kata Kepala Bakorwil IV Pamekasan Eddy Susanto. Warga Madura menyebut pemberian sejumlah uang kepada pesinden atau penari latar dalam gelar festival sapi sonok dengan nama "Sayer". Tidak jarang di antara para pemilik dan pengiring sapi saling berebut untuk bisa "nyawer". Menurut Ketua Paguyuban Sapi Sonok Pamekasan Haji Zainuddin, budaya sapi sonok ini sebenarnya merupakan budaya asli Pamekasan dan kini telah memiliki hak paten. Jenis budaya ini, kata dia, merupakan representasi dari kegemaran masyarakat Pamekasan dalam beternak sapi. Sapi sonok sendiri merupakan salah satu jenis budaya populer di kalangan masyarakat Madura, disamping jenis budaya lainnya, semisal karapan sapi, dan apel sapi. "Hanya saja dari berbegai jenis budaya yang timbul dari kegemaran memelihara sapi ini, hanya sapi sonok yang tergolong lebih diminati masyarakat karena tidak mengandung unsur kekerasan," ujarnya. Berbeda, sambung dia, dengan karapan sapi. Meski jenis budaya ini lebih awal dikenal masyarakat, akan tetapi karapan sapi sudah mulai ternodai dengan adanya praktik penyiksaan. "Kalau sapi sonok kan tidak ada. Ini murni merupakan kesenian," katanya, menambahkan. Ada sebanyak 24 pasangan sapi yang bersaing dalam festival sapi sonok yang digelar di halaman Bakorwil IV Pamekasan, Sabtu. Ke-24 pasangan sapi ini dari empat kabupaten di Madura, yakni Pamekasan, Sampang, Sumenep dan sebagian dari Kabupaten Bangkalan. Menurut Zainuddin, penilaian dalam kontes sapi sonok ini adalah pada sisi keindahan, keserasian langkah dan kekompakan langkah sapi. "Sapi dinilai bagus jika langkah kakinya serasi, tidak menyentuh garis pinggir dan sampai di garis star secara bersamaan," papar Zainuddin, menjelaskan. Dua pasangan sapi bernama "Sayang Bapak-Ibu" dan "Sayang Semuanya" milik Bupati Pamekasan Kholilurrahman, menjadi peserta kehormatan pada festival sapi sonok yang merupakan kegiatan tahunan pascapanen tembakau di Madura ini. Festival sapi sonok tingkat karesidenan Madura yang digelar di Pamekasan ini menjadi perhatian masyarakat di Pulau Garam ini, bahkan sejumlah wisatawan asing juga terlihat hadir menyaksikan kegiatan kolosal ini.(*)
Berita Terkait
Festival Sapi Sonok
20 Oktober 2018 21:34
Festival Sapi Sonok
30 Oktober 2016 15:09
Dinkes Pamekasan: 12 orang meninggal akibat penyakit campak pada 2025
8 Januari 2026 21:23
Dinkes Pamekasan gerakkan kader posyandu untuk cegah penyebaran chikungunya
8 Januari 2026 20:33
Pamekasan usulkan perbaikan 187 sekolah rusak ke Kemendikdasmen
7 Januari 2026 22:55
Pemkab Sampang lanjutkan Program UHC 2026 guna jamin kesehatan warga
7 Januari 2026 10:38
Persebaya Surabaya kalahkan Madura United
4 Januari 2026 04:53
