Sampang - Sebagian masyarakat Sampang, Madura menolak bantuan beras yang disampaikan pemkab setempat dalam gelar safari Ramadhan yang disampaikan secara langsung oleh Bupati Noer Tjahja, karena tidak layak konsumsi. Menurut salah seorang penerima bantuan beras di wilayah Kecamatan Kedungdung, Sampang Muhammad, dirinya bersama ribuan warga lainnya terpaksa menolak bantuan beras yang disampaikan secara langsung oleh Bupati Noer Tjahja, karena beras yang diberikan berulat. "Bukan berarti kami tidak mau dibantu, tapi beras yang kami terima banyak ulatnya dan berbau apek," katanya, menjelaskan. Tidak hanya masyarakat di wilayah Kecamatan Kedungdung, sejumlah penerima bantuan beras bupati Sampang Noer Tjahja juga menolak. Seperti sebagian masyarakat di wilayah Kecamatan Tambelangan, Kecamatan Omben dan sebagian di wilayah Kecamatan Torjun. Menurut Supandi, salah seorang penerima bantuan beras tak layak konsumsi di wilayah Kecamatan Torjun, dirinya bersama warga lain di wilayah itu sudah menyampaikan beras tak layak konsumsi itu ke pihak kecamatan. "Masak kami harus makan beras berbau apek dan banyak ulatnya. Lebih baik makan singkok saja yang kami punya," tuturnya. Bantuan beras yang disampaikan Pemkab Sampang pada setiap gelar safari Ramadhan yang dilakukan Bupati Noer Tjahja itu dialokasi dari beras cadangan pemerintah (BCP). Menurut Kepala Perum Bulog Sub Divre XII wilayah Madura Ali Ardi, diantara pemerintah empat kabupaten di Madura, memang hanya Pemkab Sampang yang mengajukan permohon distribusi beras cadangan pada bulan Ramadahan ini. "Kalau pemkab lain, seperti Pamekasan, Sumenep dan Pemkab Bangkalan tidak ada yang mengjukan pengeluaran BCP kepada Bulog. Hanya Pemkab Sampang itu saja," papar Ali Ardi, menjelaskan. Sementara, terkait dengan keberadaan beras yang tidak layak konsumsi yang diterima masyarakat Sampang penerima bantuan itu, Ali Ardi mengatakan kemungkinan karena luput dari pengawasan, karena pihak Bulog Madura sendiri tidak pernah menyimpan beras terlalu lama. "Bulog di Madura ini tidak pernah menyimpan beras terlalu lama. Soalnya gudangnya juga terbatas, jadi memang distribusi dari jawa sudah tidak bagus," ujarnya. Kendatipun demikian, pihaknya berjanji akan menarik bantuan tidak layak konsumsi tersebut dan berjanji akan menggangi dengan beras yang lebih baik.
Berita Terkait
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
LKBN ANTARA serahkan bantuan untuk pengungsi di Pidie Jaya, Aceh
14 Desember 2025 18:30
88 tahun LKBN ANTARA, tetap eksis di tengah krisis
14 Desember 2025 08:50
LKBN ANTARA raih penghargaan Perhumas
13 Desember 2025 16:02
