Helikopter Belt 412 FK-VFG buatan Kanada berangkat dari Bandara Sam Ratulangi Manado pada Rabu (3/8) pukul 14.26 WITA dengan tujuan Gosowong Halmahera Utara, Maluku Utara. Namun pukul 14.29 WITA, terjadi putus kontak dengan "Air Traffic Controller" (ATC) pihak bandara di koordinat 01"08"46" Lintang Utara dan 127"42"00" Bujur Timur dengan posisi berada di kawasan Gunung Dua Sudara, Bitung, Sulawesi Utara. "Saya mendapat informasi bahwa Heli Belt 412 FK-VFG buatan Kanada itu telah jatuh di Gunung Dua Sudara Bitung," ujar Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung, Mayor Marinir Apollinaris AW. Kepada ANTARA melalui surat elektronik dari Bitung (12/8), ia menceritakan detik-detik evakuasi korban helikopter Belt 412 FK-VFG milik PT Nyaman Air yang disewa perusahaan tambang emas PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) itu. "Helikopter yang membawa 10 penumpang dengan total berat 670 kilogram itu jatuh di Gunung Dua Sudara Bitung pada hari Kamis (4/8) pukul 01.55 WITA," tuturnya. Ke-10 penumpang adalah Zainudin Ahmad (Indonesia), Roy Nawawi (Indonesia), Dian Rudiansyah (Indonesia), Wilson Joshua (Indonesia), Barry Tomlison (Australia), Adrian Arit (Australia), Dion Remit (Afrika Selatan), Roeloft Rooldlt (Afrika Selatan) dan dua awak yakni Kapten Edy Purwono dan teknisi Humadi. "Setelah mendapatkan informasi itu, saya segera memerintahkan Peleton Siaga (SAR) dan menyiapkan ambulans yang dipimpin Lettu Marinir Iwan Febrianto untuk segera melaksanakan pencarian korban jatuhnya Heli Belt milik PT Nyaman Air di Gunung Dua Sudara Bitung," ungkapnya. Posko siaga dipusatkan di rumah salah satu warga Danowudu, Frans Porarow. Di situ tergabung tim SAR, kepolisian, TNI AL/Marinir, TNI AD, dan berbagai elemen masyarakat. "Tim itu merencanakan strategi untuk pencarian korban jatuhnya Heli Belt 412 FK-VFG dengan membagi pencarian dalam tiga sisi yang berbeda yakni tim pertama Polres Bitung dan Basarnas melakukan penyisiran dari arah barat kampung Dua Sudara," katanya. Sementara itu, tim kedua dari arah tengah antara kampung Dua Sudara dan Danauwudu yang melibatkan Marinir dan elemen Masyarakat, lalu tim ketiga dari arah timur Danauwudu gabungan dari Marinir dan Batalyon 712 AD. "Pencarian dan penyisiran berlangsung selama empat jam menghadapi medan yang cukup berat. Dengan kondisi malam gelap, sehingga tim SAR dari Marinir sempat kesulitan menemukan bangkai helikopter," katanya. Apalagi, hutannya sangat lebat dan dipenuhi pohon besar, sehingga untuk bisa berjalan terus, maka tim SAR Marinir terpaksa harus memotong ranting-ranting pohon yang menghalangi. Perjuangan tak kenal lelah selama empat jam akhirnya membuahkan hasil. Tim dua menemukan bangkai Heli Belt 412 FK-VFG di Lereng Gunung Dua Sudara pada ketinggian 670 m dari permukaan laut, tepatnya di kawasan hutan lindung Tangkoko Dua Sudara. "Hasil itu langsung diberitahukan melalui alat komunikasi dan hanya selang beberapa waktu pun semua tim pencaharian menuju lokasi jatuhnya helikopter yang ditemukan itu," katanya memaparkan. Korban pertama ditemukan masih hidup yakni Dian Rudiansyah (25) asal Indonesia dengan kondisi sekarat, karena kaki dan tangan patah, serta rahang patah. Dengan sigap, Komandan Tim SAR Marinir segera memerintahkan anggota dari Tim SAR gabungan untuk segera mengevakuasi korban Dian Rudiansyah ke Rumah Sakit Prof Dr Kandow Malalyang. Tim SAR Marinir pun mencari satu persatu korban sesuai jumlah yakni delapan orang penumpang dan dua awak helikopter. "Jasad Pilot Edi Purnomo ditemukan di antara ranting-ranting pohon yang patah akibat terjangan helikopter," katanya. Setelah itu ditemukan jasad Dion Remi, Roeloft Roodt, dan Zainudien Ahmad. Ketiga jasad itu masih utuh dan hanya mengalami beberapa benturan di kepala. Hanya berjarak 10 meter dari korban yang ditemukan, tim SAR Marinir menemukan jasad Humaidi dan Andrian Arid. Jasad Humaidi nyaris tak dikenali dan sabuk pengaman helikopter masih melingkari tubuhnya. Berbeda dengan jasad Andrian Arid, meski tubuh Andrian masih utuh, namun bagian kepala penyok di bagian kiri. Di atas bangkai helikopter yang posisi depan berhadapan dengan ekor kembali ditemukan jasad Barry Tomilson dengan tubuh hancur dan jasad pun langsung ditutup dengan kain. Sementara jasad Wilson ditemukan dari dalam bangkai helikopter dan disatukan dengan tujuh korban lainya. Tim SAR Marinir terkejut saat menemukan jasad Roy Nawawi karena bagian badannya belum bisa dievakuasi akibat terjepit dengan bangkai helikopter. Namun, dengan segala upaya yang dilakukan, akhirnya membuahkan hasil dengan kepala Roy Nawawi pecah dan badan terputus. "Pukul 06.00 Wita, Dantim SAR Marinir pun langsung mengambil alih untuk memasukkan mayat-mayat ke kantong mayat yang telah disediakan pihak Basarnas untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Prof DR Kandow," ucapnya. Hanya selang empat jam, evakuasi korban pun tuntas dan evakuasi selanjutnya adalah evakuasi bangkai helikopter yang dilakukan aparat kepolisian dari Polsek Bitung Utara bersama warga setempat.
Berita Terkait
SAR temukan jenazah pilot helikopter jatuh di Papua Tengah
11 September 2025 11:19
SAR Timika pastikan pilot dan penumpang heli Intan Angkasa meninggal
11 September 2025 11:05
DVI Polda Kalsel berhasil identifikasi 3 jasad WNA korban heli jatuh
6 September 2025 22:30
Basarnas serahkan delapan jasad korban helikopter jatuh ke Polda Kalsel
5 September 2025 05:02
10 ambulans siaga bawa potongan jasad korban heli jatuh di Kalsel
4 September 2025 17:20
Basarnas: Tujuh korban masih terjebak di bangkai heli jatuh di Kalsel
3 September 2025 21:15
Helikopter militer Bundeswehr jatuh ke sungai di Jerman Timur
30 Juli 2025 08:45
Kotak hitam pesawat jatuh di dekat Washington AS ditemukan
31 Januari 2025 14:52
