Sumenep - Polisi menduga sopir bus Akas Nopol N-7015-US, Moh Lazim mengantuk, ketika terjadi tabrakan antara busnya dengan mobil Daihatsu Xenia di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu sekitar pukul 02.30 WIB. Kanit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep Ipda Arifin, menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), posisi bus keluar dari marka jalan sebelum terjadi tabrakan dengan mobil Daihatsu Xenia Nopol L-1314-YK yang dikemudikan Moh Husni Miftahol Arifin. "Sopir bus yang menjadi salah seorang korban tewas dalam tabrakan tersebut, diduga mengantuk dan tidak bisa mengendalikan laju busnya hingga keluar dari marka jalan. Saat itu dari arah berlawanan, muncul mobil yang dikendarai Moh Husni dan terjadilah tabrakan," katanya di Sumenep, Rabu sore. Tabrakan antara bus dengan mobil di jalan raya yang masuk wilayah Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep, itu mengakibatkan empat korban tewas dan lima orang lainnya mengalami luka ringan. Bus yang dikemudikan Lazim, melaju dari arah selatan (Surabaya) menuju utara (Sumenep) dan mobil yang dikemudikan Husni melaju dari utara menuju selatan. "Bus dan mobil diduga sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah menabrak mobil, bus tetap melaju dan akhirnya menghantam pohon asam yang berada di sisi timur jalan raya tersebut," ujarnya, menerangkan. Sementara mobil diduga terpelanting dan akhirnya masuk ke parit yang berada di sisi timur jalan raya dengan posisi terbalik. "Benturan depan antara bus dengan mobil diduga cukup keras dan mengakibatkan bagian depan mobil rusak berat. Sementara bus yang menghantam pohon asam, bagian depannya seolah-olah terbelah," paparnya. Arifin juga mengemukakan, empat korban tewas dalam tabrakan maut tersebut adalah sopir bus (Lazim) dan salah seorang penumpang bus, Slamet. "Sementara dua korban tewas lainnya adalah sopir mobil Daihatsu Xenia (Husni) dan salah seorang penumpang mobil, Ummu Kalsum (orang tua Husni)," katanya, mengungkapkan. Lima korban lainnya yang mengalami luka ringan adalah Reni Widayati (penumpang mobil/istri Husni), Totok (kondektur bus), Imam Basori, Siti Handiyah, dan Suwandi, semuanya penumpang bus. Data di Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep, Lazim adalah warga Kecamatan Wonoasih, Probolinggo, sementara Slamet, Husni, dan Ummu Kalsum, semuanya warga Kecamatan Kota, Sumenep.
Berita Terkait
Pemkab Sumenep salurkan bantuan tanggap darurat untuk korban bencana
2 Februari 2026 20:49
Sumenep pastikan distribusi minyak goreng lancar jelang puasa
31 Januari 2026 22:35
Sumenep canangkan program gerakan orang tua asuh tekan stunting
27 Januari 2026 13:40
Kemenag-RRI Sumenep kerja sama siaran keagamaan selama Ramadhan 1447 H
23 Januari 2026 12:30
Dinkes Sumenep tangani 70 kasus demam berdarah dengue
23 Januari 2026 10:37
Tim evakuasi ABK kapal tongkang kandas di perairan Sumenep
23 Januari 2026 05:48
Polres Sumenep cegah peredaran narkoba di internal polisi
22 Januari 2026 22:40
Pemkab-Baznas Sumenep bantu perbaiki rumah korban bencana
22 Januari 2026 22:35
