Bojonegoro - Truk dengan nomor L-8286 UH, yang mengalami tabrakan beruntun di jalan raya Padangan-Ngawi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Selasa (12/7) sekira pukul 23.00 WIB, kelebihan muatan. "Muatan semen truk tersebut beratnya lebih dari 30 ton, normalnya sesuai ketentuan truk ini, muatannya maksimal 20 ton," kata Penyidik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan LLAJ Lamongan, Wiyato, di lokasi kejadian, Rabu. Ia menjelaskan, truk bermuatan semen yang pengemudinya melarikan diri itu, ketika menimbangkan kendaraannya di jembatan timbang di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, sudah dikenai tilang. Masalahnya, sesuai ketentuan truk tersebut maksimal muatannya 20 ton, namun muatan truk tersebut ketika ditimbang di atas 30 ton. Ditanya mengapa petugas jembatan timbang tidak menghentikan truk itu, Wiyato menyatakan, selain keterbatasan petugas di jembatan timbang, juga menurunkan kelebihan muatan bukan wewenangnya. "Jumlah petugas kita terbatas, yang jelas truk tersebut sudah dikenai tindakkan tilang, karena kelebihan muatan," katanya menegaskan. Ia memperkirakan, ketika melewati lokasi kejadian, pengemudi truk tersebut, tidak mampu menguasai keadaan, bisa karena berbagai sebab, pengemudi kelelahan, juga karena jalanan menurun tajam. Akibatnya truk tersebut menabrak Colt L 300 dari arah berlawanan dan menabrak truk tangki semen, hingga akhirnya kedua truk itu, menambrak orang yang sedang menonton pertunjukkan ketoprak. "Kami juga masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan," katanya menambahkan. Selain jajaran Polres Bojonegoro, melakukan olah TKP, personil Polda Jatim, Kompol Ade Simanjuntak, juga melakukan peninjauan di lokasi kejadian. Menurut Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Oscar Syaifuddin, jumlah korban tewas akibat kecelakaan beruntun tersebut, belum ada perubahan tetap 16 orang tewas, 10 orang menderita luka berat dan tiga menderita luka ringan. "Sejauh ini tidak ada laporan ada keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya," katanya menjelaskan. Di lokasi kejadian, puluhan petugas polres dibantu jajaran Kodim 0813 Bojonegoro, juga lainnya menyingkirkan tumpukan semen yang mengakibatkan robohnya dapur milik Mari (49), warga setempat yang sedang menggelar hajatan merayakan pernikahan anaknya. Proses evakuasi truk bermuatan semen dan truk tangki semen, mengalami kesulitan, karena lokasinya baik di kanan kirinya, cukup curam. Kendaraan derek yang dimanfaatkan gagal menarik truk tangki semen dengan nomor L-8415 UN yang masuk di lokasi persawahan yang tingginya sekitar lima meter lebih. Mereka yang tewas yaitu,Wahyu (20), Suratno (45), Sumanggiono (15), Slamet(60), Wartono (25), Budi P (16), Wariyo (35), Yanto (37), Edi Purnomo (17), Ira (3), Rudi 15, Bambang (29), Lugianto (18),Anto (18) Ndari (26), dan satu lainnya belum diketahui identitasnya. Menurut Camat Margomulyo, semua warga yang tewas, menderita luka berat dan luka ringan asalnya dari sejumlah desa di Kecamatan Margomulyo."Sebagian jenasah di RS Ngawi, sudah ada yang diserahkan keluarganya, untuk dikebumikan," katanya menjelaskan.
Berita Terkait
SDN 01 Kalibaru terapkan PJJ imbas kejadian tabrakan mobil
12 Desember 2025 10:51
KAI pastikan rangkaian KA tertemper mobil di Pasuruan dalam kondisi baik
30 November 2025 20:18
Sopir Transjakarta tabrak toko di Setiabudi karena kurang fokus
6 September 2025 18:07
Ambulans bawa pasien rujukan tabrakan beruntun di Bangkalan
19 Agustus 2025 22:55
Polisi jelaskan kronologi kecelakaan Lamborghini di Tangerang
19 Agustus 2025 11:34
Tidak ada korban dalam senggolan dua pesawat Vietnam di Bandara Hanoi
28 Juni 2025 09:47
MotoGP: Marc akui salah atas insiden tabrakan dengan Alex
14 April 2025 08:50
Akibat insiden asisten masinis meninggal, KAI tutup perlintasan sebidang
9 April 2025 12:26
