Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya pastikan lokomotif Kereta Api (KA) Mutiara Timur yang tertemper mobil di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 88 di Kecamatan Beji, Pasuruan, dalam kondisi baik.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menyampaikan bahwa rangkaian dan lokomotif KA Mutiara Timur tersebut hendak melakukan perjalanan menuju Stasiun Ketapang, Banyuwangi, dari stasiun asal Stasiun Pasar Turi, Surabaya.
"Berdasarkan laporan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), rangkaian dan lokomotif KA Mutiara Timur dinyatakan dalam kondisi aman sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali pada pukul 10.25 WIB," kata Luqman kepada ANTARA, Minggu.
Atas insiden tersebut, Luqman menyampaikan bahwa KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut, dan berharap kepada masyarakat pengguna jalan yang akan melewati perlintasan kereta api agar lebih waspada dan berhati - hati ketika akan melintas.
Ia meminta masyarakat untuk memperhatikan kondisi perlintasan baik yang dijaga maupun tidak dijaga.
Luqman menekankan bahwa masyarakat diimbau untuk berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan aman sebelum melintasi jalur kereta.
Adapun menurutnya, rangkaian KA tersebut berhasil melanjutkan perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan yakni Stasiun Ketapang Banyuwangi, meski mengalami keterlambatan akibat kejadian tersebut.
“KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Keselamatan adalah prioritas utama dan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” tutup Luqman.
Berdasarkan data dari kepolisian setempat, KA Mutiara Timur yang terlibat dalam insiden tersebut tertemper mobil yang ditumpangi satu keluarga di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Selokambang, Desa Gunung Gangsir, Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (30/11).
Kecelakaan tersebut menewaskan empat orang yakni dua orang dewasa yang merupakan pasangan suami istri serta dua orang anaknya, sementara satu orang anak lain yang masih berusia dua tahun berhasil selamat.
