Madiun (ANTARA) - PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Manual Tingkat Muda dengan Penggerak Non Listrik Angkatan I Tahun 2026, guna menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
Manager Humas Daop 7 Madiun Tohari di Madiun, Jumat, mengatakan kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh personel lapangan memiliki kesiapan mental dan teknis yang prima menjelang lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026.
"Tujuan utama dari Diklat Refreshing ASP ini adalah meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesiapsiagaan awak sarana dalam menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan. Keselamatan perjalanan kereta api adalah yang utama, dan itu dimulai dari SDM yang kompeten," ujar Tohari.
Terdapat pembekalan materi penting yang diberikan dalam kegiatan diklat tersebut antara lain safety refreshing, yang dipaparkan Tim Safety Inspector mengenai budaya keselamatan dan mitigasi risiko.
Kemudian regulasi operasional terkait pendalaman Peraturan Dinas (PD), tugas dan wewenang awak sarana, serta teknik penanganan gangguan yakni. Sebagai penutup rangkaian diklat, dilakukan juga praktik simulasi mengatasi gangguan operasional secara langsung pada lokomotif.
"Simulasi itu dirancang agar awak KA memiliki ketepatan dan kecepatan dalam menerapkan pedoman kerja saat menghadapi kondisi tidak normal atau emergency di lintas," kata Tohari.
Melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan tersebut, lanjutnya, Daop 7 Madiun berharap kualitas SDM yang dihasilkan mampu mendukung terciptanya operasional perkeretaapian yang selamat, andal, dan profesional.
"Kami ingin masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api pada masa Lebaran nanti merasa aman dan nyaman. Daop 7 Madiun senantiasa berkomitmen menyediakan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu," kata Tohari.
