Bangkalan - Komite SMAN 2 Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menolak mengembalikan pungutan uang gedung kepala orang tua siswa meski Dinas Pendidikan di wilayah itu meminta mengembalikan uang bagi sekolah yang menarik pungutan. "Kami tidak akan mengembalikan uang tersebut. Karena uang itu untuk pembangunan dua lokal yang masih kurang serta untuk pembangunan lainnya," kata juru bicara Komite SMAN 2 Bangkalan, Yasin Marseli, Selasa. Yasin menjelaskan, pihaknya ingin menerapkan asas keadilan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2011-2012 dengan meminta peran serta orang tua dan wali murid dalam membangun gedung sekolah. Ia juga tidak sepakat jika sekolah favorit di Bangkalan tersebut disebut-sebut oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan kapitalis. "Disini tidak ada kapitalis dan sosialis, tapi yang ada keadilan. Dimana yang wali murid yang kaya memberi sumbangan demi kemajuan pendidikan di SMAN 2 Bangkalan," ungkapnya. Menurut Yasin, pihaknya ingin memperbaiki kualitas pendidikan, baik dari segi fisik maupun akademis. Sehingga sudah sepantasnya pihak sekolah menarik uang gedung pada wali murid yang mampu. "Fasilitas yang diberikan pemerintah hanya standar minimum, tapi kami menginginkan standart maksimal. Maka dari itu, perlu perbaikan di sektor fisik dan secara akademis," ucapnya. Apalagi, sambung dia, penarikan uang gedung di SMAN 2 Bangkalan tersebut, bukan kepada semua orang tua, akan tetapi hanya terbatas kepada mereka yang dianggap mampu secara ekonomi. "Kalau orang tua siswa yang tidak mampu tidak akan kami tarik sumbangan kok," katanya menjelaskan. Jadi, sambung Yasin, tidak ada alasan bagi sekolah untuk mengembalikan kembali uang gedung yang telah ditarik oleh SMAN 2 Bangkalan. Disinggung soal uang gedung yang tidak pernah disosialisasikan dan diprotes oleh para wali murid, Yasin mengatakan dalam undang-undang tidak ada ketentuan itu. Pihak sekolah hanya perlu memaparkan program pendidikan pada wali murid. Sebelumnya, ratusan orang tua dan wali murid di lembaga pendidikan itu berunjuk rasa memprotes kebijakan SMAN 2 Bangkalan yang menarik sumbangan uang gedung yang dilakukan oleh pihak sekolah. Unjuk rasa yang digelar Senin (11/7) itu tidak hanya oleh para orang tua siswa, akan tetapi juga Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan, serta sejumlah aktivis LSM di wilayah itu. Mereka menilai penarikan sumbangan uang gedung di lembaga itu antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta terlalu memberatkan para orang tua siswa. Disamping itu, mereka juga menilai, tidak seharusnya lembaga pendidikan negeri menarik sumbangan uang gedung, karena pemerintah sendiri setiap tahun telah mengalokasi anggaran dana perbaikan gedung sekolah.
Berita Terkait
Asa Bafagih dikenang lewat buku, Dirut ANTARA tekankan budaya literasi
5 April 2026 15:15
ANTARA: Media-humas harus beradaptasi hadapi tantangan era disrupsi
1 April 2026 16:50
ANTARA perkuat pemberitaan desa sebagai tulang punggung pembangunan
3 Maret 2026 17:00
Mendes minta ANTARA dan TVRI masifkan publikasi kisah sukses dari desa
3 Maret 2026 16:30
Mendes: ANTARA media terpercaya-akurat di tengah disrupsi informasi
3 Maret 2026 15:51
Kantor Berita ANTARA paparkan kontribusi saat pemulihan bencana
13 Februari 2026 06:17
Kantor Berita ANTARA dorong pembinaan pers mahasiswa
8 Februari 2026 04:30
ANTARA soroti pentingnya big data dalam diseminasi informasi
7 Februari 2026 12:48
