Surabaya (ANTARA) - Anggota DPR RI periode 2014-2019 Bambang Haryo Soekartono mengimbau para "emak-emak" (ibu-ibu) gemar berbelanja di pasar tradisional sebagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan.
"Ibu-ibu harusnya senang belanja di pasar tradisional, bukan di mal. Ayo kita galakkan belanja ke pasar," ujarnya usai meninjau Pasar Tambahrejo Surabaya, Jumat.
Menurut dia, di pasar tradisional tersedia semua kebutuhan pokok, termasuk berbagai bahan pangan dan beraneka macam sayur-mayur.
Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa BHS itu menyempatkan diri berdialog dengan pedagang maupun pengunjung pasar.
Baca juga: Blusukan ke Pasar Blauran, BHS usulkan renovasi bertahap
Mayoritas, kata dia, pedagang mengeluh sejak kenaikan harga bahan bakar minyak akhir pekan lalu, juga turut terjadi peningkatan harga mencapai 20 persen hingga 30 persen.
"Mereka berharap tak ada kenaikan harga BBM," kata pemilik perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) tersebut.
Hal sama, lanjut BHS, juga menjadi keluhan pengunjung yang berharap tak kenaikan signifikan terhadap bahan pangan, terutama kebutuhan pokok sehari-hari.
Sebelum BBM naik, diakuinya beberapa komoditas harganya sudah tinggi, seperti telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit. Belum lagi minyak goreng yang sempat menjadi polemik.
"Semoga harganya semakin terkendali dan stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat," ucapnya.
Di sisi lain, politikus Partai Gerindra tersebut memuji Pasar Tambahrejo yang terbukti bersih, tertata dan membuat pengunjung merasa nyaman berbelanja.
Ia mendorong agar pasar yang dulu dikenal dengan sebutan Kapas Krampung tersebut berstandar nasional Indonesia atau SNI.
Baca juga: BHS: Pemerintah harus segera umumkan batas kenaikan tarif transportasi publik
"Sudah bagus dan lengkap, hanya perlu ada penambahan perbaikan infrastruktur di beberapa bagian, terutama lantai. Lainnya sudah bagus dan sebenarnya layak SNI," katanya.
Pada kesempatan sama, BHS juga memberikan apresiasi kepada tiga pedagang yang stan penjualannya terlihat bersih berupa uang tunai dan piala.
Sementara itu, Kepala Pasar Tambahrejo Ketut Suko mengapresiasi kedatangan BHS dan memberikan suntikan semangat ke pedagang favorit.
"Ini membuat pedagang lainnya termotivasi untuk menjaga kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung," tuturnya.
Terkait dorongan sebagai berstatus SNI, Ketut berharap segera tercapai sehingga Pasar Tambahrejo semakin meningkatkan kualitas pelayanannya.(*)
Baca juga: Blusukan pasar, BHS apresiasi pedagang
