Kota Batu (ANTARA) - Pemerintah Kota Batu mendorong warganya untuk turut memproduksi eco enzyme yang dinilai mampu memberikan sejumlah manfaat untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
"Masyarakat sudah mulai sadar eco enzyme bisa membantu penghematan pengeluaran. Ini banyak manfaatnya," kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di Kota Batu, Kamis.
Eco enzyme merupakan hasil olahan kulit buah dan sayuran yang dipadukan dengan air dan tetes tebu. Setelah melalui proses fermentasi selama tiga bulan, hasil olahan tersebut menghasilkan eco enzyme atau cairan yang bermanfaat.
Eco enzyme bisa diproses menjadi sejumlah produk untuk memenuhi keperluan rumah tangga, seperti sabun cuci tangan, sabun cuci piring, pembersih dapur, pembersih lantai, dab pupuk tanaman.
"Ibu rumah tangga tidak lagi membeli sabun atau cairan pembersih lantai. Jadi mereka sadar bahwa ini bisa membantu mereka," ujarnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu berupaya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk memproduksi eco enzyme. Pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa memproduksi eco enzyme.
"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun nanti akan dilakukan lebih masif lagi ketika sudah ada legalitas," kata Dewanti.
Sementara itu, Ketua Relawan Eco Enzyme Kota Batu Gung Endah Tuti Rahayu menambahkan sesungguhnya langkah untuk mengolah kulit buah dan sayuran untuk menghasilkan eco enzyme tersebut merupakan salah satu upaya guna mencegah pemanasan global.
"Tujuannya, adalah mencegah pemanasan global dan mencegah sampah menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) yang bisa menimbulkan gas metana," ujarnya.
Menurut dia, ada sejumlah kegunaan eco enzyme seperti untuk menjernihkan air dan memperbaiki unsur hara yang ada di dalam tanah. Selain itu, eco enzyme diklaim juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan.
"Tugas kita, sebagai relawan eco enzyme untuk bisa mengedukasi masyarakat bahwa ini bermanfaat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dewanti secara simbolis melakukan panen sebanyak tujuh ton eco enzyme. Panen digelar secara serentak di seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu secara hybrid dan dipusatkan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Pewarta: Vicki FebriantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026