Menteri BUMN tinjau progres pembangunan industri kereta di Banyuwangi

id Menteri BUMN RINI SOEMARNO, PT INKA, pembangunan pabrik kereta di Banyuwangi, banyuwangi, bupati anas

Menteri BUMN tinjau progres pembangunan industri kereta di Banyuwangi

Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) didampingi Direktur PT INKA Budi Noviantoro (kiri) dan beberapa Deputi BUMN meninjau progres Pembangunan Workshop PT INKA (persero) di Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/7/2019). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Banyuwangi (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau progres pembangunan industri kereta api terbesar di ASEAN di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.

Menteri Rini meninjau pabrik kereta milik PT INKA yang pembangunanannya telah berjalan 20 persen ini didampingi Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro, Dirut PTPN XII Cholidi, dan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko.

"Pabrik ini (pabrik kerata api) bakal menjadi terbesar di ASEAN dan akan menjadi kebanggaan warga Banyuwangi dan Indonesia," kata Menteri Rini.

Menurut ia, pabrik kereta api itu bakal dilengkapi fasilitas test track sepanjang 4 kilometer dan fasilitas ini digunakan untuk menguji gerbong atau lokomotif yang selesai dibuat.

"Sehingga kalau kita membangun lokomotif bisa langsung diuji coba. Pabrik-pabrik kereta di dunia yang besar memang harus dilengkapi fasilitas tersebut. Karena itu di Banyuwangi ini kita membangun test track yang panjang," ujarnya.

Rini menjelaskan, di lokasi pabrik kereta di Banyuwangi ini akan dibangun beberapa pabrik, pertama PT INKA bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk membangun lokomotif diesel.

"Dieselnya kami harapkan bisa menerima biofuel 30 persen kelapa sawit. Itu tentunya akan mendorong hilirisasi kelapa sawit dalam negeri dan mengurangi energi impor," katanya.

Yang kedua, INKA juga akan berkolaborasi dengan Stadler Rail Group dari Swiss, yang membawa teknologi terbaru untuk membangun kereta listrik.

"Maka, tadi saya minta PT INKA harus ganti nama, karena tidak ada lagi yang dijual kereta api, tapi kita kan menjual kereta diesel, kereta listrik," ucapnya.

Ia menargetkan, pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada Agustus 2020, hal ini dilakukan karena pesanan kereta yang datang ke PT INKA untuk gerbong dan lokomotif semakin banyak.

"Kami sedang menawarkan kereta api ke Laos dan Madagaskar. Kalau di Filipina sudah dapat. Untuk itu kami harapkan pabrik ini cepat terselesaikan, janjinya memang Agutus tahun depan," kata Rini.

Dirut PT INKA Budi Noviantoro menjelaskan, pabrik di Banyuwangi ini menempati lahan seluas 83,4 hektare.

"Saat ini sudah 20 persen jalan, nantinya kapasitasnya 1,5 kereta per hari atau 500 kereta dalam satu tahun," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengemukakan industri kereta api itu juga bakal dilengkapi museum untuk semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata.

"Sesuai arah kebijakan Bupati Banyuwangi Pak Azwar Anas, desain industri ini juga mengadopsi kearifan budaya lokal. Arsitekturnya mengadopsi kekhasan budaya masyarakat Suku Osing Banyuwangi," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar