Pusat Penelitian dan Pengembangbiakan Panda Raksasa

id Panda,Panda Chengdu

Pusat Penelitian dan Pengembangbiakan Panda Raksasa

Seekor Panda Raksasa atau Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca) memakan bambu di Pusat Penelitian dan Pengembangbiakan Panda Raksasa di Chengdu, China, Kamis (4/7/2019). Sedikitnya 198 ekor Panda Raksasa telah dikembangbiakan di tempat tersebut dan 100 ekor diantaranya telah disebar ke seluruh dunia sebagai bahan penelitian dan duta persahabatan, termasuk dua ekor yang ada di Indonesia. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj. (ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU)

Chengdu, China (ANTARA) - Sebanyak 100 panda yang merupakan satwa endemik Provinsi Chengdu, China, kini menjadi duta di sejumlah negara, termasuk sepasang di Indonesia, untuk aktivitas konservasi maupun penelitian.

"Panda-panda itu kini ada di Indonesia, Spanyol, Jerman, Denmark, Jepang dan negara lainnya," kata petugas pemandu di lembaga konservasi panda di Chengdu, Charlotte, kepada para wartawan di Chengdu.

Charlotte menerangkan bahwa pengiriman panda ke luar negeri umumnya untuk kepentingan konservasi sehingga setiap pengiriman selalu berupa sepasang jantan dan perempuan.

"Kalau yang ke Jepang kami memang ada kerja sama penelitian. Untuk memudahkan pengawasan, setiap panda diberi nama dan nomer," katanya.

Panda yang memiliki masa hidup hingga 30 tahun itu tergolong tidak mudah berkembang biak. Karena itu, langkah konservasi dan penelitian terus diupayakan.

 

Video oleh Chandra Hamdani Noor
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar