Wadahi kreativitas anak muda, FKIP UMM gelar kompetisi vlog nasional

id FKIP UMM, kompetisi vlog nasional, guruku idolaku

Wadahi kreativitas anak muda, FKIP UMM gelar kompetisi vlog nasional

Area kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (istimewa)

Guruku Idolaku ini memiliki misi mengembalikan posisi guru yang dalam filosofi Jawa berarti "digugu lan ditiru".
Malang (ANTARA) - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kompetisi video blog atau vlog tingkat nasional untuk mewadahi kreativitas anak muda (milenial) dalam mengembangkan potensi mereka.

Selain berhadiah uang tunai, sertifikat dan piala, kompetisi ini juga memperebutkan piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia.

Sie Humas dan Publikasi kompetisi vlog nasional, M Yunus Prasetya, Selasa, menjelaskan kompetisi vlog tingkat nasional ini mengambil tema "Guruku Idolaku".

"Pemilihan tema Guruku Idolaku ini bukan tanpa alasan. Guruku Idolaku yang diadakan oleh FKIP UMM ini merupakan kampanye penumbuhan karakter dan gerakan menghargai jasa guru-guru Indonesia sebagai garda terdepan dalam mewujudkan peningkatan kualitas Pendidikan," kata Yunus di Malang, Jawa Timur.

Kegiatan ini, lanjut Yunus, sangat penting dilakukan mengingat akhir-akhir ini terjadi gejala dan perilaku yang mengarah pada tidak dihargainya guru, berwujud kekerasan terhadap guru, bahkan sampai kekerasan yang menghilangkan nyawa.

"Guruku Idolaku ini memiliki misi mengembalikan posisi guru yang dalam filosofi Jawa berarti 'digugu lan ditiru'. Seorang guru merupakan sosok yang harus digugu, artinya dipatuhi atau didengar dan ditiru yang berarti patut dicontoh atau diteladani.

Guru, sambung Yunus, tidak hanya seorang yang luas ilmu pengetahuannya dan mengajar dalam ruang pembelajaran (kelas). Guru bisa diartikan sebagai orang yang mengajarkan segala sesuatu, meskipun itu hanya satu huruf.

"Profesi seorang guru, termasuk profesi yang dihormati. Guru seharusnya menduduki strata sosial yang tinggi, bahkan ketika telah pensiun. Ia dianggap sebagai sosok yang serba tahu dan menjadi tempat bertanya. Guru juga dinilai sebagai sosok yang berakhlak mulia dan berperan penting dalam mencerdaskan putra-putri bangsa ini. Tanpa guru, tak akan ada kemajuan bangsa," kata Yunus.

Kompetisi vlog nasional kali ini melombakan dua kategori yakni kategori pelajar (siswa SMA sederajat) dan kategori umum. Apabila ingin turut memeriahkan kompetisi berhadiah jutaan rupiah ini, calon pendaftar bisa mengakses bit.ly/pendaftaranpesertaNVC untuk mengisi formulir secara onine terlebih dahulu. Batas pengiriman karya sendiri masih cukup panjang, yakni sampai 15 Juli mendatang.

"Ini merupakan momen yang pas untuk mengkespresikan ide kreatif dalam mendokumentasikan peranan guru dalam dunia pendidikan di daerah melalui pembutan video blog dengan tema 'Guruku Idolaku dalam ajang lomba National Vlog Competition (Piala Mendikbud) 2019," ujarnya.

Saat ini video blog banyak digemari oleh kaum milenial. Melihat fenomena ini, FKIP UMM mencoba untuk memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan kreativitas dalam pembuatan video blog dengan tema "Guruku Idolaku".
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar