Puluhan kios di Pasar Legi Jombang ludes terbakar

id pasar legi jombang ,pasar tebakar,kebakaran jombang

Puluhan kios di Pasar Legi Jombang ludes terbakar

Warga di lokasi Pasar Legi, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang terbakar, Senin (18/3) dini hari. Foto istimewa

Sementara ada 35 kios dan empat hunian milik masyarakat. Kami juga berusaha keras untuk memadakan api,
Jombang (ANTARA) - Sebanyak 35 kios di Pasar Legi, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ludes setelah api membakar kawasan pasar tersebut, mengakibatkan pedagang mengalami kerugian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Abdul Wahab mengemukakan mayoritas kios tersebut habis terbakar. Api dengan cepat membakar dan menghanguskan barang milik para pedagang.

"Sementara ada 35 kios dan empat hunian milik masyarakat. Kami juga berusaha keras untuk memadakan api," katanya di Jombang, Senin.

Kebakaran itu terjadi sekitar Senin dini hari. Api dengan cepat membakar lapak para pedagang. Terlebih lagi, material barang yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menyebar menghanguskan lapak pedagang yang semi permanen itu. 

Petugas mendapatkan informasi kebakaran itu juga langsung ke lokasi. Tim pemadam kebakaran berupaya keras memadamkan api. Hingga Senin pagi, upaya pendinginan masih dilakukan oleh petugas, dengan harapan api tidak kembali berkobar.

Abdul mengatakan, sejumlah pedagang sudah datang ke lokasi pasar sejak dini hari. Hingga kini, mereka masih ada yang berupaya untuk mencoba mengais berbagai material dan barang yang masih bisa diselamatkan. 

Namun, pihaknya tetap meminta agar para pedagang untuk tidak mendekati pasar, sebab masih terdapat bar api. Dikhawatirkan, terjadi hal yang tidak diinginkan saat mereka nekat masuk ke dalam pasar yang baru terbakar itu. 

Untuk kerugian, ia mengatakan saat ini tim masih berupaya untuk menghitungnya. Saat ini, pemerintah masih fokus untuk membantu para pedagang yang mengalami musibah kebakaran itu.

Budiono, salah seorang pedagang mengaku awalnya kaget dengan kabar jika pasar tempat ia berjualan terbakar. Ia berharap nantinya ada bantuan dari pemerintah agar ia bisa berjualan lagi.

"Ini belum tahu bagiamana nantinya. Masih diperbaiki. Kalau kerugian ya banyak, ada kurang lebih Rp10 juta," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar