28 WBP di Jatim terima remisi khusus Nyepi

id Kanwilkumham Jatim, Warga Binaan Jatim, Hari Raya Nyepi, Remisi Nyepi

28 WBP di Jatim terima remisi khusus Nyepi

Kanwilkumham Jatim (Ist)

Kami telah mengusulkan 28 WBP beragama Hindu dan memenuhi syarat mendapatkan remisi kepada Ditjen Pemasyarakatan. Karena sifatnya khusus, maka ada syarat tertentu, yang pasti WBP yang diusulkan mendapat remisi harus beragama Hindu
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 28 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Hindu diusulkan untuk menerima remisi Hari Raya Nyepi yang saat ini berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan yang ada di Jawa Timur.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Pargiyono, Senin mengatakan, diharapkan remisi Hari Raya Nyepi ini bisa membawa berkah bagi sebagian warga yang beragama Hindu.

"Kami telah mengusulkan 28 WBP beragama Hindu dan memenuhi syarat mendapatkan remisi kepada Ditjen Pemasyarakatan. Karena sifatnya khusus, maka ada syarat tertentu, yang pasti WBP yang diusulkan mendapat remisi harus beragama Hindu," katanya di Surabaya.

Ia menjelaskan, potongan masa hukuman yang didapatkan bervariasi antara 30 sampai 60 hari. Namun, tidak ada yang bisa langsung bebas.

"Semuanya masuk kategori Remisi Khusus I, artinya masih harus menyelesaikan masa pidananya," ucapnya.

Menurut Pargiyono, pemberian remisi ini bukanlah sebagai bentuk obral hukuman karena justru membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan berhasil. Karena, salah satu syarat mendapat remisi adalah berkelakuan baik dan tidak pernah mendapat hukuman disiplin.

"Selain itu, sebelumnya mereka juga wajib mengikuti kegiatan pembinaan yang ada di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan," katanya.

Meski begitu, kata dia, kepastian remisi untuk 28 WBP ini masih harus menunggu keputusan dari Ditjen Pemasyarakatan, tetapi mereka sudah 99 persen pasti mendapat remisi.

"Karena sistem kami sudah dalam jaringan, sehingga tidak mungkin lagi petugas memanipulasi data," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar