Whisnu Apresiasi Dunia Usaha Bantu Turunkan Kasus Kekurangan Gizi

id Whisnu Sakti Buana, Tempo Scan Grup, Perbaikan Gizi Buruk di Jatim

Whisnu Apresiasi Dunia Usaha Bantu Turunkan Kasus Kekurangan Gizi

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (kanan) dalam acara Program Indonesia Tersenyum, Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat di Surabaya, Kamis (21/2) (ist)

Tentunya peranan seluruh lapisan masyarakat termasuk dunia usaha sangat diperlukan untuk terus menekan jumlah tersebut, mengingat besarnya dampak dari kekurangan gizi sejak dini bagi kualitas generasi Indonesia ke depan
Surabaya (Antaranews Jatim) -  Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengapresiasi para pelaku dunia usaha untuk membantu pemerintah dalam menurunkan kasus kekurangan gizi di wilayah setempat, meski  jumlah kasus kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan terus menurun.

"Tentunya peranan seluruh lapisan masyarakat termasuk dunia usaha sangat diperlukan untuk terus menekan jumlah tersebut, mengingat besarnya dampak dari kekurangan gizi sejak dini bagi kualitas generasi Indonesia ke depan," kata Whisnu, dalam acara Program Indonesia Tersenyum, Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, wilayah Jawa Timur turut memberikan sumbangsihnya atas penurunan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan di Indonesia, dan tercatat tingkat kemiskinan di Jatim berhasil turun hingga 10,98 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya di angka 11,20 persen, hal ini berdasarkan data BPS 2018.

Hal itu, kata dia, membuktikan program yang dihadirkan pemerintah telah mampu berjalan efektif untuk terus menekan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mengapresiasi kalangan dunia usaha, salah satunya Tempo Scan Group yang menggelar Program "Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat"," katanya.

President Director Tempo Scan Group Handojo S Muljadi mengatakan, program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial bagi perusahaan terhadap  masyarakat Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 2017.

"Melalui program ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia  untuk turut berpartisipasi guna  mewujudkan  kesetaraan kesempatan bagi anak Indonesia melalui pemberian nutrisi yang tepat, sehingga dapat  mewujudkan Generasi Indonesia yang Bergizi dan Sehat," katanya.

Sementara itu, program ini menjangkau beberapa wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan total estimasi penerima bantuan berjumlah  8.000 anak-anak  di atas usia satu tahun.

Sebelumnya, program ini pada tahun 2017 telah menjangkau 5 kabupaten di provinsi Jawa Barat dan Banten, serta meliputi sejumlah 172 Posyandu di 8 Kecamatan dan berhasil membantu 8.781 anak-anak dengan usia di atas 1 tahun. (*)
 

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar