Prajurit Yontaifib 2 Marinir Gelar Latihan Terjun Tempur Free Fall

id Prajurit Yontaifib 2 Marinir,Prajurit Yontaifib,latihan terjun tempur,terjun tempur free fall

Prajurit Yontaifib 2 Marinir Gelar Latihan Terjun Tempur Free Fall

Prajurit pasukan khusus Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (Yontaifib 2 Mar) TNI AL melayang saat terjun tempur free fall di Apron Shelter Skuadron Udara 400 Puspenerbal Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/2/2019). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan, pengetahuan serta naluri tempur tentang teknik dan taktik terjun tempur prajurit Intai Amfibi 2 Marinir. (Antara Jatim/Umarul Faruq)

Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir melaksanakan latihan terjun tempur free fall di Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

Kegiatan latihan yang diikuti 81 personel dan berlangsung 11-15 Februari 2019 itu dalam rangka meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan naluri tempur tentang teknik dan taktik terjun tempur prajurit Intai Amfibi.
 
Latihan terjun tempur free fall itu menggunakan pesawat Cassa U-6205 Skuadron 600 Wing Udara-2 Puspenerbal Lanudal Surabaya dengan drop zone (pendaratan) di Juanda, Karangpilang dan Pasuruan. Terjun tempur free fall merupakan salah satu materi latihan Standart Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) Aspek Udara TW I Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir tahun anggaran 2019.
 
Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Mayor Marinir Sri Utomo selaku pimpinan latihan menjelaskan, latihan terjun itu mengacu pada materi latihan teknik spotting, terjun bebas ketepatan mendarat, terjun bebas kerja sama di udara, serta combat free fall, yang harus dikuasai prajurit tri media sebagai pasukan khusus Korps Marinir agar mampu melaksanakan tugas-tugas khusus dengan infiltrasi melalui media udara.
 
Sebelum melaksanakan penerjunan, Mayor Marinir Sri Utomo selaku pimpinan latihan memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit agar selalu siap dalam melaksanakan setiap kegiatan dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan latihan (zero accident).

"Tetap serius dalam melaksanakan kegiatan latihan penerjunan guna menghadapi tugas-tugas latihan maupun operasi," tegasnya.
 
"Kepada seluruh penerjun agar menaati ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan dan larangan-larangan yang harus dihindari agar latihan penerjunan berjalan lancar, tertib, aman, dan dapat dicapai hasil latihan yang maksimal secara efektif dan efisien," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar