50 prajurit Yontaifib 2 Marinir berlatih terjun "free fall"

id Yontaifib 2 Marinir, prajurit Marinir,Latihan terjun payung

50 prajurit Yontaifib 2 Marinir berlatih terjun

Latihan terjun free fall dalam rangka Latihan Standart Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) Aspek Udara TW III Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Tahun 2019, di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Rabu (Ist)

Sidoarjo (ANTARA) - Sebanyak 50 prajurit Yontaifib 2 Marinir latihan terjun free fall dalam rangka Latihan Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) Aspek Udara TW III Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Tahun 2019, di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Rabu.

Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Mayor Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla, mengatakan prajurit tersebut melaksanakan penerjunan dengan menggunakan pesawat Cassa U-6206 Skuadron 600 Wing Udara-1 Puspenerbal Surabaya dengan Dropping Zone (DZ ) berada di shelter heli Ron 400.

"Latihan tersebut bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kemampuan dan keterampilan terjun payung free fall satuan tingkat perorangan atau tim guna menunjang perencanaan dan pelaksanaan operasi tempur darat dan operasi amfibi," katanya.

Ia mengemukakan, terjun free fall merupakan salah satu kemampuan dasar bagi prajurit Tri Media yang memiliki adrenalin tinggi di mana ketelitian, kecepatan, keakuratan dan pengambilan keputusan yang tepat menjadi modal dasar dalam mengembangkan kemampuan perorangan atau tim.

"Sebelum melaksanakan penerjunan selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan, ground training dan briefing kepada seluruh penerjun, serta evaluasi kegiatan untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan dengan harapan agar kemampuan prajurit Taifib selalu terjaga dan meningkat," katanya.

Serka Marinir Abdul Kiron selaku jumping master mengarahkan dan menekankan kepada seluruh penerjun, agar selalu siap serta serius dalam melaksanakan setiap kegiatan penerjunan dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan latihan sehingga prinsip zero accident dapat tercapai.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar