Putra BNI 36 Sapu Bersih Laga Final Four di Kediri

id putra bni 46,gor jayabaya kediri ,proliga 2019,kota kediri ,pemkot keidri

Putra BNI 36 Sapu Bersih Laga Final Four di Kediri

Tim putra Jakarta BNI 46 saat pertandingan melawan Palembang Bank SumselBabel di Final Four Proliga 2019 di GOR Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/2) malam. Foto istimewa

Mampu sapu bersih, artinya kita secara teknis kami punya semuanya
Kediri (Antaranews Jatim) - Tim putra Jakarta BNI 46 berhasil menempati posisi pertama, setelah menumbangkan Palembang Bank SumselBabel 3-2 (15-25, 25-23, 31-29, 15-25, 16-14) pada laga final four Proliga 2019 di GOR Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/2) malam.

Pelatih BNI 46 Samsul Jais mengemukakan dalam pertandingan ini dirinya menekankan agar fisik dan mental selalu prima, sehingga bisa bermain dengan tenang. 

"Skor 3-2 itu kemenangan psikologis, karena yang menentukan itu fisik. Ketika fisik bagus, tentu mental naik. Mereka kemarin main jump serve gila-gilaan. Sesungguhnya pertandingan berat itu di putaran kedua final four dan ini tiga hari berturut-turut," ujar Samsul Jais. 

Dalam pertandingan ini, kata dia, membuat strategi dan taktik sangat berperan. Namun, dari kerja sama tim yang bagus nyatanya mereka bisa unggul. 

"Mampu sapu bersih, artinya kita secara teknis kami punya semuanya, artinya sistem, ini kemenangan adu strategi, peran pelatih, taktik dan strategi berpengaruh sekali, kami sudah ketinggalan. Di set keempat memang saya rotasi saja, tapi paling tidak tadi masuk tim cadangan itu memang strategi untuk buat capai lawan,” katanya.

”Di Malang kami akan kerja step by step saja, tapi setiap pertandingan tentu tim ingin menang dan bisa maju ke final di Yogya, tapi paling tidak dengan tiga kemenangan ini sudah membuka peluang menuju sana," tambahnya.

Sementara itu, Pelatih Bank SumselBabel Pascal Wilmar mengatakan cukup puas dengan perjuangan anak asuhnya, karena mereka kalah pun dengan perlawanan kuat.

"Kalau sudah dua sama, tentu siapa yang punya mental kuat, ya itu yang menang. Kami sudah berusaha, jadi kalau ketinggalan tipis yang penting kami sudah berjuang, setidaknya sudah punya nilai satu,” ujarnya. L

”Kami juga sebenarnya ingin sapu bersih, tapi ya apa boleh buat hasilnya seperti ini. Kami di sini sebenarnya target dua kemenangan dan dua kemenangan di Malang, tapi kalau bisa sapu bersih, kenapa tidak," kata Pascal. 

Di Malang, kata dia, timnya akan sekuat tenaga untuk meraih poin. Dengan pertandingan di Kediri ini menjadi evalausi tersendiri strategi yang akan diterapkan pada pertandingan di Malang pekan depan. 

"Di Malang kami tetap ambil kemenangan. Ini kan masih putaran pertama, masih ada putaran kedua, jadi nanti kami berjuang di pertandingan terakhir. Sekarang sudah punya modal dua, dengan tambah poin satu, kalau memang dua kali aman. Kalau menang tiga kali hitung poin, saya yakin angka tinggi. Kami optimistis untuk di Malang dan sangat puas pertandingan hari ini karena kita juga 3-2 kalahnya," kata dia. 

Kedua tim selama pertandingan memiliki catatan bagus. Bank SumselBabel berhasil mengalahkan juara bertahan Samator 3-1, dan menaklukkan Pertamina dengan 3-0. Hal yang sama diraih Jakarta BNI 46 dengan tumbangkan Samator 3-1, dan membekuk Pertamina 3-0.

Sudah amankan dua kemenangan membuat mereka berjuang untuk sapu bersih. Bank SumselBabel intensif menyerang sehingga mampu memimpin pertandingan dan mengamankan set pertama dengan skor jauh 25-15.

Namun, di set kedua BNI 46 bangkit dengan menekan lebih dulu 10-8, bahkan mereka semakin percaya diri dengan terus menyerang hingga menutup set kedua 25-23.

Aji Maulana dengan kawan-kawan langsung on fire memasuki set ketiga, dengan memimpin laga 15-13, tapi Pascal Wilmar langsung merotasi timnya dan tak mampu mengejar hingga harus menyerah 31-29.

Set keempat BNI 46 putar rotasi dengan harapan bisa memimpin, namun perjuangan Bagus Wahyu dengan kawan-kawan mampu mengamankan skor 25-15. Di babak penentu mereka tak mampu mempertahankan kemenangan. Perlawanan sengit BNI 46 mengakhiri pertandingan dengan 16-14. (*)

 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar