Kampung Krajan Sae Batu Disulap jadi "Sarang Dinosaurus"

id kampung krajan sae, kota bat, sarang dinosaurs, mahasiswa umm

Kampung Krajan Sae Batu Disulap jadi

Mural dinosaurus dan bunga matahari hasil kompetisi yang digawangi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM untuk mempercantik Kampung Krajan Sae di Desa Beji, Junrejo, Kota Batu (istimewa)

Lomba mural ini merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau dengan tema seputar purbakala, dinosaurus, dan bunga matahari
Malang (Antaranews Jatim) -  Kampung Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, disulap oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi "Sarang Dinosaurus" melalui ajang "The Tempenosaurus Mural Art Competition" pada 11-13 Januari lalu.
      
Kompetisi Mural yang digawangi kelompok Praktikum Public Relations (PR) Prospero Program Studi Ilmu Komunikasi UMM ini diikuti 28 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Jombang dan Malang raya ikut ambil bagian.
      
Ketua kelompok Prospero, Sherly Amalia Arif di Malang, Senin,  mengatakan sebelum peluncuran Kampung Hijau 24 Februari nanti, berbagai agenda digagas, salah satunya kompetisi mural ini. "Lomba mural ini merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau dengan tema seputar purbakala, dinosaurus, dan bunga matahari," ucapnya.
       
Untuk para pemenang, panitia menentukan 3 peringkat juara. Juara pertama dengan hadiah Rp2 juta, juara 2 Rp1,5 juta dan juara 3 berhak menerima uang tunai Rp1 juta. Hadiah para pemenang nanti diberikan bersamaan dengan peluncuran Kampung Hijau.
      
Semua kegiatan, kata Sherly, terselenggara atas kerja sama antara Prodi Ilmu Komunikasi UMM, produsen cat PT Indana, serta Jatim Park Group. PT Indana merupakan produsen cat yang menyokong ide mahasiswa UMM mengubah kampung kumuh di bantaran sungai Brantas di Jodipan menjadi Kampung Warna Warni.
       
Lebih lanjut, Sherly mengatakan tema seputar purbakala itu diangkat lantaran sesuai dengan identitas Kampung Hijau yang lokasinya berdekatan dengan Jawa Timur Park 3.  "Objek wisata ini memiliki wahana Dino Park dan bunga Matahari warna kuning, sehingga kontras dengan Kampung Hijau," paparnya.
       
Selain kompetisi mural, lanjutnya, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi warga Kampung Hijau untuk memroduksi tempe berbagai bentuk serta pembekalan pengetahuan untuk menyambut tamu sebagai persiapan menjadi kampung wisata.
      
"Ada juga kegiatan menciptakan lagu jingle Kampung Tempe Beji. Tujuan pengembangan Kampung Hijau ini untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Beji sekaligus memperindah kampung sebagai salah satu lokasi tujuan wisata, apalagi lokasinya tidak jauh dari area Jatim Park 3," kata Sherly.
      
Salah satu kampung yang dikembangkan mahasiswa UMM sebagai tugas akhir adalah Kampung Warna Warni Jodipan di Kota Malang. Kampung tersebut saat ini menjadi lokasi wisata "jujugan" dan mulai dikenal wisatawan mancanegara.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar