Latihan Prasatgas Ambalat XXIV dan Puter XXII 2018 Berakhir

id Pasukan Marinir, Pasukan Ambalat, Satgas marinir

Latihan Prasatgas Ambalat XXIV dan Puter XXII 2018 Berakhir

Penutupan latihan prasatgas Ambalat XXIV dan Puter XXII wilayah timur di lapangan Apel Pusat Latihan Pertempuran Marinir 3 Grati, Pasuruan, Jatim, Senin (Ist)

Menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman terutama pelanggaran atas batas wilayah perairan dan penguasaan Pulau Pulau strategis dari pihak asing yang selama ini menjadi konflik dengan negara tetangga. Pencegahan Illegal Migrant, Illegal Fishing dan Illegal Logging dan sebagai antisipasi guna menghindari kejadian serupa seperti halnya Pulau Sipadan Lgiitan termasuk perairan Ambalat maupun masuknya imigran gelap dari daerah konflik demi kewibawaan dan martabat bangsa dan negara
Pasuruan (Antaranews Jatim) - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr (Han) yang diwakili Komandan Kolatmar Kolonel Sarjito secara resmi menutup latihan prasatgas Ambalat XXIV dan Puter XXII wilayah timur di lapangan Apel Pusat Latihan Pertempuran Marinir 3 Grati, Pasuruan, Jatim, Senin.

Melalui keterangan pers yang diterima Antara menjelaskan, penutupan latihan ditandai dengan pelepasan tanda peserta latihan oleh Dankolatmar kepada perwakilan peserta latihan dan pembacaan laporan pelaksanaan latihan oleh Letkol Mar Lumban Gaul selaku Perwira Pelaksana Latihan.

Dalam amanat tertulis Dankormar menyampaikan bahwa latihan Prasatgas tersebut dilaksanakan dengan harapkan dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan tehnik dan taktik tempur prajurit Korps Marinir sehingga dapat menguasai dan mahir guna mendukung kesiapan pelaksanaan tugas operasi, pengamanan pulau pulau terluar strategis dan perbatasan perairan diwilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diharapkan juga latihan prasatgas dapat membina stamina dan fisik yang prima seluruh prajurit sehingga siap untuk melaksanakan tugas dimedan operasi dan mampu beradaptasi terhadap kondisi lingkungan didaerah penugasan nantinya.

"Menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman terutama pelanggaran atas batas wilayah perairan dan penguasaan Pulau Pulau strategis dari pihak asing yang selama ini menjadi konflik dengan negara tetangga. Pencegahan Illegal Migrant, Illegal Fishing dan Illegal Logging dan sebagai antisipasi guna menghindari kejadian serupa seperti halnya Pulau Sipadan Lgiitan termasuk perairan Ambalat maupun masuknya imigran gelap dari daerah konflik demi kewibawaan dan martabat bangsa dan negara," katanya.

Dankormar menyampaikan bahwa diberikannya kepercayaan kepada Korps Marinir untuk melaksanakan tugas operasi ini adalah wujud perhatian pimpinan terhadap kemampuan Korps Marinir atas dedikasi dan pengabdian yang tulus sehingga dalam setiap menjalankan tugas selalu berhasil dengan baik juga wujud implementasi dari penjabaran tugas pokok Korps Marinir.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Dankormar memberikan beberapa penekanan agar setiap prajurit Korps Marinir menjadikan pedoman dalam pelaksanaan penugasan, yaitu memegang teguh disiplin dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, selalu berdoa dalam setiap kegiatan, melaksanakan penugasan dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga bermanfaat, serta selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam setiap melaksanakan kegiatan.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar