Menantikan Destinasi Wisata Baru di Malang

id destinasi wisata,kek singosari,kabupaten malang

Menantikan Destinasi Wisata Baru di Malang

Salah satu area di Kawasan Ekonomi Industri di Singosari, Kabupaten Malang. (Foto Fiqih Arfani)

Ini adalah konsep wisata sangat menarik dan menjadi destinasi baru bagi masyarakat tak hanya asal Jatim, tapi luar Jatim dan luar negeri
Malang (Antaranews Jatim) - Kabupaten Malang seolah tak berhenti berinovasi menciptakan konsep pariwisata yang memanjakan penghobi "travelling" .

Salah satu destinasi yang diprediksi menjadi surga bagi wisatawan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang konsepnya mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

KEK itu lokasinya di Singosari, Kabupaten Malang, yang berada tidak jauh dari perbatasan Pandaan atau tidak lebih dua jam perjalanan dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya.

Destinasi yang  sekarang   dalam pembangunan tahap pertama itu merupakan pengembangan pariwisata prioritas nasional, Bromo-Tengger-Semeru.

"Ini adalah konsep wisata sangat menarik dan menjadi destinasi baru bagi masyarakat tak hanya asal Jatim, tapi luar Jatim dan luar negeri," ujar salah seorang pengunjung, Fathis.

Direktur PT Intelegensia Grahatama (IGT) selaku pengelola SITC (Singhasari Intergrated Tourism Center) Kriswidyat Praswanto menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah tahapan.

Untuk pembangunan dibagi menjadi tiga tahapan, yakni 0-3 tahun, 3-8 tahun dan 8-15 tahun. Rinciannya, tahap pertama investasi yang masuk sekitar Rp2 triliun dari konsorsium PT IGT dengan ITDC serta investor PMA untuk pembangunan hotel yang dijadwal mulai operasional tahun 2021.

Tahap kedua fokus untuk pengembangan digital atau "techno park" yang baru pertama ada di Indonesia.

"Techno Park yang dibangun nanti akan menjadi inkubator bagi pelaku usaha UMKM dan masyarakat supaya bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produknya melalui start up sehingga bisa bersaing di era industri 4.0," katanya.

Dari sisi budaya dan sejarah, nantinya bukan hanya berupa museum kerajaan Singosari dan benda-benda peninggalan Raja Ken Arok maupun Kendedes, tapi juga karya ukiran batu dan metalurgi seperti keris dan lain sebagainya.

Nantinya pengunjung tinggal memasukkan borcode dan keterangan sejarah dari benda-benda yang ditampilkan bisa diketahui dengan lengkap sehingga pengunjung bisa memiliki pengalaman langsung "techno park".

Berdasarkan izin lokasi yang sudah dikantongi SITC, luas wilayah yang akan dikembangkan untuk KEK Singosari adalah 283,1 hektare, masing-masing tahap pertama telah dibebaskan sekitar 97 persen, tahap kedua 77 persen dan tahap ketiga tengah berproses sembari menunggu keluarnya peraturan pemerintah.

Keberadaan KEK Singosari tentu akan menumbuhkan iklim investasi, lalu menciptakan lapangan pekerjaan, dan yang lebih penting lagi adalah mengangkat destinasi wisata Kabupaten Malang.

Sangat menarik untuk ditunggu perkembangan progresnya dan semoga selesai sesuai target sehingga bisa segera dirasakan masyarakat. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar