Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Narkoba asal China

id peredaran narkoba asal cina, sabu-sabu asal cina, narkoba jaringan cina, kapolda jatim irjen pol luki hermawan,narkoba asal china,narkoba china,peredaran narkoba,narkoba surabaya

Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Narkoba asal China

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan merilis kasus peredaran narkoba asal China di Surabaya, Rabu (10/10). (Antara Jatim/ Didik Suhartono)

Dari kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti narkoba sabu-sabu seberat 6,2 kilogram, yang rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap peredaran narkotika dan obat/ bahan berbahaya (narkoba) jenis sabu-sabu yang berasal dari negeri China.

"Sabu-sabu ini dikirim dari China melalui jalur darat. Masuk ke Indonesia dari Riau dan didistribusikan sampai ke Surabaya," ujar Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Luki Hermawan saat merilis perkara ini di Markas Polrestabes Surabaya, Rabu sore.

Dua orang pengedarnya, masing-masing berinisial AM, usia 41 tahun, tercatat sebagai warga Sidoarjo, dan MM, usia 19 tahun, warga Pasuruan, Jawa Timur, berhasil diringkus oleh petugas Polrestabes Surabaya dan kini telah ditetapkan tersangka.

"Kedua tersangka ini ada hubungan darah paman dan keponakan. Pamannya berinisial AM adalah residivis kasus narkoba, pernah ditangkap di tahun 2004 dan menjalani hukuman selama 15 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan," katanya.

Dari kedua tersangka polisi mengamankan barang bukti narkoba sabu-sabu seberat 6,2 kilogram, yang rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya.

Kedua tersangka kepada polisi mengaku mendapat imbalan masing-masing sebesar Rp10 juta dari peredaran narkoba sabu-sabu seberat 6,2 kilogram asal China ini.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan menandaskan, bukan soal berapa banyak pelaku mendapat keuntungan dari peredaran narkoba ini, melainkan berapa banyak generasi muda yang terselamatkan dari pengungkapan kasus ini.

"Katakanlah per gramnya dibeli atau dikonsumsi oleh seorang pemuda, berarti kita telah menyelamatkan sebanyak 6 ribu pemuda dari penggagalan peredaran narkoba sabu-sabu ini," katanya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114, Ayat 2, subsider Pasal 112, Ayat 1 dan 2, juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar