Untuk menyasar sektor usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) maka kami manggandeng 'marketplace' nasional seperti bukalapak dan tokopediaSurabaya (Antaranews Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menggandeng "marketplace" atau pasar elektronik yang melakukan kegiatan jual dan beli barang atau jasa berskala nasional guna memperkuat potensi perdagangan dalam negeri.
"Untuk menyasar sektor usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) maka kami manggandeng 'marketplace' nasional seperti bukalapak dan tokopedia," ujarnya kepada wartawan ditemui usai pembukaan Jatim Fair 2018 di Surabaya, Selasa.
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2012 jumlah UMKM dan IKM mencapai 6,8 juta, lalu pada 2016 meningkat menjadi 12,1 juta.
Karena itulah, kata dia, kerja sama tersebut dinilai potensial, terlebih pengguna internet di Indonesia dinilai sangat mendukung, yakni jumlahnya saat ini hingga 150 juta pengguna, kemudian 106 juta pengguna media sosial.
"Jadi, peluang untuk memasarkan UMKM dan IKM sangat besar, bahkan dari satu 'marketplace' saja, yakni bukalapak, sudah ada 400 ribu IKM ikut, kemudian sudah ada 1,294 juta IKM menyatakan siap masuk ke pasar digital ini," ucapnya.
Dengan demikian, lanjut dia, pada gelaran "Jatim Fair" ke-9 tahun ini disediakan tempat bagi UMKM dam IKM yang ingin mencoba masuk ke "marketplace".
Sementara itu, Sebagai ketua umum APPSI, Pakde Karwo juga telah mengajak Gubernur se-Indonesia untuk memanfaatkan pasar digital dengan harapan memajukan UMKM di daerahnya masing-masing.
"Sebanyak 14 dari 34 provinsi telah menyatakan siap bekerja sama. Targetnya, pada Desember tahun ini seluruh provinsi sudah bergabung," kata gubernur yang juga politikus tersebut. (*)
Pewarta: Fiqih ArfaniEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026